The Man from Earth (2007/US)


Do you believe his story?

Do you believe his story?

Beberapa waktu yang lalu saya penasaran dengan film drama sci-fi yang katanya mempunyai cerita yang agak ‘mind-blown’, filmnya berjudul The Man from Earth, rilisan tahun 2007 lalu, disutradarai oleh sutradara yang namanya saja saya baru tahu ketika menonton film ini, Richard Schenkman, dan naskahnya ditulis oleh Jerome Bixby, yang ketika ditelaah lebih jauh, pria yang telah menghembuskan nafas terakhirnya tahun 1998 ini ternyata pria yang menulis berbagai cerita sci-fi ternama dari tahun 70-an, seperti serial televisi Star Trek hingga The Twilight Zone. Well, dengan latar belakang sci-fi yang kental, pasti film The Man from Earth ini bakal sci-fi banget, tapi nyatanya, lebih ‘mind-blown’ dari film-film drama sci-fi manapun!

Kalau anda masih ingat dengan film 12 Angry Men yang menceritakan perdebatan dua belas juri di dalam satu ruangan demi memutuskan suatu kepastian di pengadilan, The Man from Earth kurang lebih mempunyai konsep yang sama, bedanya disini tidak ada 12 orang pemarah, yang ada hanyalah pesta perpisahan seorang profesor kuliahan yang dihadiri rekan-rekan sejawatnya, lalu dimana letak sci-fi-nya? Tebak, profesor yang bakal berpisah dari rekan-rekan sejawatnya itu mengaku manusia abadi, yang sudah berumur kurang lebih 14.000 tahun! What?!

Mulai bingung? Ya, pesta perpisahan kecil-kecilan profesor John Oldman (David Lee Smith) itu menjadi sebuah pesta perpisahan paling aneh yang pernah didatangi rekan-rekannya, dari mulai Dan (Tony Todd), Harry (John Billingsley), Edith (Ellen Crawford), Sandy (Annika Peterson), Art (William Katt), Will (Richard Riehle) sampai salah satu mahasiswinya, Linda (Alexis Thorpe) dibuat bertanya-tanya dengan cerita John. John mulai bercerita tentang alasannya ia pindah dari kampus yang sudah ia kuliahi selama 10 tahun, alasannya sederhana, karena ia takut orang lain curiga dengan penampilan fisiknya yang tidak bertambah tua walau sudah 10 tahun lamanya bersama. Perdebatan pun mulai terjadi, sebuah perbincangan yang menceritakan asal usul manusia mulai membuat rekan-rekan John terdiam dan hampir percaya bahwa John adalah seorang manusia gua yang abadi dan telah mengarungi semua belahan dunia ratusan abad lamanya.

Hipotesa dan teori pun mulai bersahutan dari rekan-rekan John yang notabene bukan orang bodoh sama sekali, mereka pikir John sedang mereka-reka sebuah cerita tentang apa yang terjadi jika ada manusia yang tidak menua. Tapi semua pertanyaan rekan-rekannya tentang kehidupan yang John alami dijawab dengan beralasan dan hampir masuk akal. Klimaks pun terjadi ketika John mulai bercerita keterlibatannya dalam salah satu peristiwa besar yang termasuk sejarah dunia, yaitu penyaliban Yesus Kristus, dimana John mengaku bahwa yang disalib adalah dirinya.

Film ini luar biasa gila, dengan konsep sederhana dan super minimalis, bahkan dengan gambarnya yang kadang-kadang out of focus dan buram gara-gara disyut menggunakan handycam, film ini bisa memberi makna sebenarnya dari ‘mind-blown’. Kekuatan dialog dan interaksi antar karakternya benar-benar membuat saya seperti masuk ke dalam percakapan mereka, padahal mereka hanya bercakap-cakap di satu tempat saja selama kurang lebih 90 menit, yaitu di ruang tamu John yang hanya terdiri dari satu buah sofa dan perapian hangat, luar biasa gila!

Ya, seperti yang dilakukan oleh 12 Angry Men, film yang sepertinya jarang orang tahu ini bisa memberikan sebuah insight yang luar biasa luas, dari hanya percakapan asal muasal manusia gua hingga perdebatan religi sebuah peradaban, banyak pelajaran menarik yang bisa ditangkap dari percakapan John yang diperankan cukup apik oleh David Lee Smith ini.

Tidak heran film ini menjadi film wajib beberapa penggemar film drama sci-fi yang lain dari biasanya, Jerome Bixby sepertinya mencurahkan semua wawasan seumur hidupnya untuk menghidupkan cerita yang dibuatnya menjadi sebuah film yang mind-blowing. Ya, film yang menjadi naskah terakhir yang ditulis Jerome Bixby ini harus dibilang sebagai film mind-blowing, perasaan saya seusai menonton film ini hampir sama seperti ketika saya menonton film panjang pertama Christopher Nolan, Following. Saya hanya bisa terdiam dan berteriak dalam hati, “bangsaaattt!”

Drama sci-fi penuh misteri ini wajib menjadi tontonan anda di waktu luang, tapi usahakan fokus ketika menonton film ini, karena saya jamin anda akan langsung terbawa masuk ke dalam cerita John Oldman yang patut dipertanyakan itu, apakah betul John adalah manusia yang tidak bisa tua? Atau ia hanya bersandiwara dan mengarang cerita epik sebagai kado perpisahan tak terlupakan bagi rekan-rekannya? Cari tahu sendiri ketika menonton film ini, enjoy!

Rating: 5/5

4 thoughts on “The Man from Earth (2007/US)

  1. barusan baru nonton film ini dan sama reaksi nya “bangsaaaaaaaat”. film ini berhasil bikin gue cengo sejam setengah. BINTANG LIMA asli buat film ini!!!!!

    Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s