World War Z (2013/US)


We must find a prison!

We must find a prison!

Oke, kebetulan saya baru menonton film zombie terbaru yang dibintangi oleh Brad Pitt, judulnya World War Z, perang dunia dengan zombie, terdengar epik bukan? Tapi masalahnya, sampai batasan mana film zombie di Hollywood bisa berkembang paska kehadiran serial The Walking Dead yang nampaknya sudah hampir menghabiskan semua skenario probabilitas apa yang terjadi di dunia ini jika ada wabah zombie menyerang? Ya, serial yang diinisiasi oleh Frank Darabont itu secara tidak langsung menjadi benchmark untuk film-film zombie yang akan datang. So, go big or go home?

Permasalahannya adalah film zombie sekarang harus sedikit pintar mengambil sudut pandangnya, hal tersebut dibuktikan dengan film rom-com zombie belakangan ini, Warm Bodies, yang lumayan memberikan perspektif baru yang agak konyol tentang bagaimana jika zombie bisa jatuh cinta. Okelah untuk sisi rom-comnya, tapi bagaimana jika ingin sisi yang lebih serius, sisi yang lebih ‘Dawn of the Dead’ banget, ya memang susah, tapi untuk World War Z, film ini cukup menghiburlah sebagai film summer yang harus bersaing dengan film-film besar lainnya, walau tidak menghadirkan sesuatu yang baru, at least World War Z memberikan pengalaman baru kepada penonton mengenai zombie yang mengesalkan, yaitu zombie yang bisa lari sprint!

Gerry (Brad Pitt) sekeluarga tiba-tiba saja terjebak di tengah kericuhan yang mendadak menjadi sebuah wabah yang mengglobal, yaitu wabah zombie, dimana ia dan istri serta kedua anaknya harus berusaha menyelamatkan diri dari amukan zombie yang melanda Philadelphia. Setelah chaos sehari semalam itu, Gerry dipanggil kembali oleh mantan atasannya dulu ketika ia bekerja di PBB. Gerry harus menyelidiki asal muasal virus zombie ini dengan berkelana ke seluruh penjuru dunia, dari mulai Korea, Israel hingga Swiss (kalau tidak salah) demi menemukan antivirus dan menyelamatkan dunia dan manusia dari kepunahan.

Dengan premis simple tersebut sebenarnya saya sudah disuguhi petualangan yang lumayan mendebarkan dan memang sudah digeber sejak awal film ini dimulai, mengikuti langkah kaki Gerry yang kemanapun dia menginjakkan kaki yang terjadi malah penemuan fakta-fakta yang berakhir tanpa hasil. Ya, film ini kalau dipikir-pikir mempunyai nuansa yang ‘agak’ serupa dengan film Will Smith beberapa tahun silam, I am Legend. Dimana bedanya perjuangan Will Smith dalam menemukan antivirus zombie itu hanya dilakukan di kota New York yang luluh lantah, sementara Brad Pitt disini harus sampai travelling ke berbagai belahan dunia demi mendapatkan antivirus tersebut, dan dengan ending yang hampir sama juga, yaitu ketika karakter utama menyadari bahwa antivirus sebenarnya untuk zombie ini adalah…

Dari segi cerita memang tidak ada yang baru, bahkan kalau bisa dibilang ya tipikal film zombie Hollywood pada umumnya, tapi sayangnya adalah ketika rating film ini bukan R, hal tersebut membuat saya gregetan menonton film berbujet 170 juta dollar ini, terasa hambar, tanpa darah yang diekspos, tanpa usus yang terburai dan tanpa kebrutalan lain-lain. Rating PG-13 ini benar-benar menggelikan, oleh karena itu benchmark kebrutalan dari The Walking Dead masih sangat jauh jika ingin dikejar oleh film berdurasi hampir dua jam ini.

Overall, diluar itu, film ini tetaplah sebuah film zombie yang lumayan menegangkan, scoringnya juga sangat misterius, selalu terngiang-ngiang sepanjang film ini berjalan. Spesial efeknya walau agak kentara dan terlihat seperti game Left4Dead tapi cukup okelah untuk menghadirkan beberapa skenario zombie yang suka berlarian, berlompatan sampai zombie yang bisa membuat menara dari para zombie itu sendiri. Bayangkan saja serangan pasukan hantu Aragorn di LotR tapi pasukan hantunya diganti dengan zombie, kalau saya ada di antara serangan tersebut, ah sudahlah… hopeless!

Well, tunggu apalagi, butuh pengalaman baru dalam menonton film zombie selain serial The Walking Dead? World War Z bisa menjadi pilihan anda. Nilai lebih harus saya sisipkan pada film yang disutradarai Marc Foster ini, karena ia berhasil menghadirkan zombie yang mengesalkan, yaitu zombie yang bisa lari sprint, kemudian kerjaanya hanya menggigit korban, tidak memakannya, dan ketika tidak ada kerjaan, si zombie ini hanya berdiam diri menunggu suara-suara manusia yang lewat, menyebalkan bukan? Ha-ha. Enjoy the war!

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s