Curfew (2012/US)


So far...

So far…

Film pendek tidak harus selalu kelam, misterius, horor dan twisting (siapa juga yang bilang kaya gitu? Maaf, saya sok tahu). Film pendek bisa dibuat sangat menyentuh, tanpa dialog, hitam putih, bahkan bisa sangat pendek sekali durasinya tapi tetap meninggalkan kesan yang lumayan lama di hati. Film pendek juga bisa menjadi pembuktian awal dari sineas berbakat, bahwa dengan idealismenya yang tinggi dan tanpa bantuan finansial yang asyik, filmnya masih bisa diterima siapapun, termasuk penonton awam sekalipun. Oke, sebenarnya saya mau cerita apa sih? Sok-sok menguliahi soal film pendek, ha-ha. Intinya sih saya baru menonton film pendek yang cukup menarik, judulnya Curfew, dan film pendek karya Shaw Christensen ini merupakan film yang menang penghargaan Best Short Film di ajang Academy Awards kemarin, wow!

Bukan tanpa alasan Curfew bisa menyabet piala Oscar tahun ini, film berdurasi 20 menit ini adalah salah satu film pendek yang meninggalkan kesan yang lumayan lama di hati saya, apalagi film ini menyimpan sebuah ‘magical moment’ yang saya yakin siapapun yang menonton film ini bakal ikut tersenyum sebentar ketika menonton film yang sebenarnya bernuansa depresif ini. Depresif, karena film ini menceritakan kisah seorang pria bernama Richie (Shawn Christensen) yang sedang berusaha bunuh diri di bathtubnya sendiri. Ketika silet masih belum bisa memotong urat nadinya, ada telepon dari adik perempuannya yang sedang dalam keadaan kacau—karena masalah KDRT—dan meminta Richie untuk menjaga anak gadisnya, Sophia (Fatima Ptacek) dalam waktu yang tidak lama. Menyanggupi permintaan terakhir saudaranya sendiri, justru pertemuan Richie dengan keponakan yang sudah lama tak ia lihat malah merubah kehidupannya yang sudah hampir di ujung tanduk.

Pendek, padat dan menyentuh. Tidak aneh Curfew telah malang melintang di berbagai festival film di seluruh dunia sampai akhirnya menyabet penghargaan film di Academy Awards. Ceritanya yang sederhana berhasil disajikan dengan alur yang manis dan kadang membuat saya terharu. Curfew merupakan bukti bahwa pertolongan dari Tuhan bisa datang dalam bentuk apapun, dan untuk siapapun, tidak terkecuali Richie yang sudah ingin mengakhiri hidupnya yang berantakan. Berangkat dari pribadi Richie yang berantakan dan adik perempuannya yang kacau, ada Sophia, keponakan Richie yang menjadi katalis sekaligus membuktikan bahwa life is peachy. Reaksi berantai positif pun terus terjadi, kehadiran Sophia secara tidak langsung memperbaiki hubungan Richie dengan adiknya yang sama-sama butuh bantuan. Sebuah drama apik nan manis yang menghadirkan sebuah cerita yang membumi tapi dikemas dengan sangat baik.

Ya, perhatian tertuju pada Fatima Ptacek yang memerankan Sophia, sifatnya yang polos berhasil membuat film depresif ini menjadi berwarna, kadang banyak momen-momen tidak terduga, konyol dan menyentuh. Seperti yang saya bilang di awal, Curfew merupakan film pendek yang padat akan pesan moral, menyentuh dan meninggalkan kesan yang lumayan lama di hati. Kombinasi tone warna suram dan scoring musik yang eargasm membuat film karya Shaw Christensen—yang memang punya band indie pop bernama Stellastarr*—ini menjadi sebuah sajian 20 menit paling apik yang saya tonton di tahun ini. Buktikan saja sendiri, enjoy!

Rating: 5/5

NB: Salah satu ‘magical moment’ yang ada di film ini, yaitu ketika Sophia tiba-tiba menari di tempat bowling diiringi lagu elektronik pop ala tahun 80-an—gubahan Shaw Christensen sendiri—yang berjudul ‘Sophia So Far’.

Trailer Curfew

6 thoughts on “Curfew (2012/US)

  1. ini film emang dahsyat bro, saya download dari sebuah forum, bahkan pernah bikin subtitle-nya🙂
    favorit saya, pas adegan di kamar mandi itu ada mbak-mbak berdua hehe
    like this post! kalo gak keberatan, saya mau izin pasang link si bro ini di blog saya ya hehe

    Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s