Silver Linings Playbook (2012/US)


Dat boobs!

Dat boobs!

Saya memang telat menonton film yang berhasil masuk tujuh nominasi Oscar tahun ini, gara-gara entah kenapa mood saya belakangan ini sedang kurang cocok untuk menonton film apapun, sampai akhirnya Silver Linings Playbook berhasil mengembalikan mood saya untuk menonton film lagi. Film ini juga yang berhasil membawa Jennifer Lawrence menggondol piala Oscar untuk kategori artis terbaik. Dan memang, setelah melihat langsung filmnya, saya rasa artis yang namanya biasa disingkat JLaw ini memang pantas mendapatkan piala bergengsi di ajang Academy Awards tersebut.

Diangkat dari sebuah novel karangan Matthew Quick, David O. Russell yang setia dengan film-film kelas awardnya tahun lalu—The Fighter—kembali menyuguhkan lagi sebuah drama tentang kehidupan percintaan yang dialami oleh orang yang menderita penyakit bipolar, sebuah gangguan mental yang terpengaruh oleh mood penderitanya. Disini, penderita bipolar tersebut adalah Pat (Bradley Cooper), yang baru saja keluar dari mental institute karena tindakan brutalnya yang hampir menewaskan seorang pria yang ketahuan sedang selingkuh dengan istrinya.

Kembali ke rumah orang tuanya tercinta, ada Pat Sr. (Robert De Niro) dan sang ibu, Dolores (Jacki Weaver) yang selalu menerima Pat apa adanya. Tapi kelakuan Pat yang masih belum bisa move on dan selalu menyimpan harapan positif bahwa kelak suatu saat ia akan bertemu kembali dengan istrinya membuat kedua orang tuanya khawatir. Sampai akhirnya tanpa sengaja, Pat dipertemukan dengan seorang wanita cantik bernama Tiffany (Jennifer Lawrence) yang sama-sama baru mengalami masa kelam di dalam hidupnya karena ditinggal mati suaminya. Perlahan tapi pasti, kehadiran Tiffany kedalam kehidupan Pat membuat hidupnya yang tadinya tidak terkendali menjadi agak mendingan, dan malah baikan, karena seperti orang bilang, every cloud has a silver lining, dibalik masalah pasti selalu ada jalan keluar, dan idiom itulah yang selalu dijadikan panduan bagi Pat untuk mencari titik cerah dalam kehidupannya.

Silver Linings Playbook merupakan film drama romantis menyentuh yang memang menonjolkan karakter-karakter ‘tidak biasa’ di dalamnya. Selain itu, film berdurasi dua jam ini juga merupakan sebuah film yang cocok bagi anda yang belum bisa move on dari apapun yang sudah anda alami sebelumnya (curcol). Ya, tak terasa hubungan Pat dan Tiffany di film ini sebenarnya sederhana, tapi cara David O. Russell meramu chemistry kedua karakter utama ini yang patut diacungi jempol. Interaksi Pat yang selalu berpikiran positif dan kadang terlalu polos berhasil menjadi penyeimbang bagi Tiffany yang hidupnya terlalu sensitif dan kadang terlalu ekstrim dalam menyikapi suatu masalah yang kecil sekalipun.

‘Jual beli’ perasaan yang dialami Pat dan Tiffany (dikira sepakbola, jual beli serangan) menjadi semakin menarik ketika didukung karakter-karakter unik di sekitar mereka, seperti ayah Pat, seorang fanatik olahraga baseball yang ternyata penderita OCD. Tapi seperti film drama yang mengetengahkan tema “keluarga unik”, selalu ada tujuan akhir yang menjadi konklusi sekaligus penegasan bahwa akhirnya Pat dan Tiffany sudah bisa move on, baik itu dari masa lalu maupun penyakit yang di derita.

Sebuah drama yang menyentuh yang saya masih tetap heran bisa sampai dilirik oleh para juri Academy Awards kemarin, padahal kalau boleh jujur, film seperti Silver Linings Playbook bisa dibuat oleh siapapun dan bisa dibintangi oleh siapapun. Tapi nampaknya takdir berpihak pada Jennifer Lawrence yang memang berhasil menggambarkan karakter wanita yang hidupnya berantakan. Sedangkan karakter lain di film ini tampil tidak terlalu menonjol, bahkan aktor sekelas Robert De Niro sekalipun, walau kadang memberikan momen-momen menyentuh dan kocak, pemeran Al Capone di The Untouchables itu tampil apa adanya saja kok.

Ya, for what its worth, Silver Linings Playbook tetap menjadi sebuah tontonan bagus, apalagi bagi anda pecinta film-film drama romantis dengan setting yang tidak terlalu ‘fairytale’ banget. Dan sekali lagi, bagi anda yang masih belum bisa move on, film ini mungkin jawabannya, tidak terlalu menonjol memang, tapi tetap menohok dalam penyampaian pesannya. Orang yang baru keluar dari mental institute aja bisa move on, masa anda tidak? He-he.

Rating: 3/5

2 thoughts on “Silver Linings Playbook (2012/US)

  1. Pingback: American Hustle (2013/US) | zerosumo

  2. Pingback: Trailer dari Film Terbaru Clint Eastwood; American Sniper | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s