Now You See Me (2013/US)


Hello, I invented Facebook

Hello, I invented Facebook

Jika ada film yang bisa membuat saya betah berlama-lama di depan layar, tentu salah satunya film tersebut harus ada kaitannya dengan sulap. Sama seperti film-film yang mengedepankan tema-tema sulap, Now You See Me merupakan satu film bertema sulap favorit saya di tahun ini, apalagi film yang disutradarai oleh Louis Leterrier ini dikombinasikan dengan nuansa heist ala Ocean’s Eleven yang fenomenal tersebut, bedanya, grup perampok disini adalah para pesulap dan mentalis yang sedang naik daun.

Now You See Me sendiri dibuka dengan pengenalan empat karakter utamanya yang dimulai dari J. Daniel Atlas (Jesse Eisenberg)—seorang pesulap muda berbakat, Henley (Isla Fisher)—seorang pesulap wanita muda yang sedang naik daun, Merritt McKinney (Woody Harrelson)—seorang mentalis yang mempunyai spesialisasi hipnotis, dan Jack Wilder (Dave Franco)—seorang pesulap muda yang sebenarnya pencuri ulung juga. Mereka berempat dipersatukan oleh satu sosok misterius, yang ternyata mempunyai misi rahasia yang harus diselesaikan oleh keempat pesulap yang tergabung dalam nama The Four Horsemen ini.

Satu tahun kemudian, The Four Horsemen menjadi grup pesulap paling terkenal di Amerika, dibawah naungan figur yang berpengaruh di industri hiburan, Arthur Tressler (Michael Caine), The Four Horsemen makin dikenal banyak orang. Konflik mulai terjadi ketika The Four Horsemen memeragakan sebuah sulap epik, dimana mereka berniat merampok bank di Paris tanpa meninggalkan panggung sulap mereka di Amerika. Kejadian tersebut menjadi nyata dan tentunya beberap pihak berwenang harus turun tangan, salah satunya Dylan Rhodes (Mark Ruffalo), anggota FBI yang susah payah mengejar The Four Horsemen ini kemanapun, sampai akhirnya ia meminta bantuan pesulap senior yang sering membuka rahasia trik sulap orang ke khalayak umum, yaitu Thaddeus Bradley (Morgan Freeman). Maka aksi kucing-kucingan antara Dylan dan The Four Horsemen pun terjadi.

Satu hal yang menarik dari film yang berdurasi dua jam ini adalah alur ceritanya yang terus dijaga ketegangannya. Saya pribadi dibuat terus bertanya-tanya sampai akhir film ini, apalagi soal sosok misterius yang mempersatukan The Four Horsemen tersebut. Jangan lupakan segudang trik sulap keren yang dibalut dengan trik-trik perampokan yang pintar, disajikan dan dibuka perlahan-lahan, yang asalnya saya duga itu sebuah trik yang sebenarnya secara logis tidak masuk akal, tapi ternyata ada jawaban logisnya. Brilliant!

Dengan film yang dipenuhi jajaran cast papan atas Hollywood, sulit untuk tidak suka film ini. Penampilan Jesse Eisenberg sebagai frontman The Four Horsemen cukup meyakinkan, dengan penampilannya yang makin dewasa, aktor pemeran Mark Zuckerberg tersebut menjadi salah satu karakter penting yang menyatukan tiga karakter lainnya yang sebenarnya tidak kalah menarik, dari Woody Harrelson sampai Isla Fisher, sayang sekali Dave Franco masih menjadi bayang-bayang kakaknya, perannya tetap menjadi yang paling minor di film ini.

Selain itu, saya pribadi menyukai adegan clash diantara dua aktor senior alumnus The Dark Knight Trilogy, persaingan Michael Caine dan Morgan Freeman cukup menambah keseruan film ini, walau pada akhirnya mereka hanya bersilat lidah saja. Dan tentu saja apresiasi terakhir saya tujukan pada Mark Ruffalo yang sukses menjadi agen FBI yang clueless ketika mengejar para pesulap cerdas ini, dengan tampilannya yang semi brewokan, pemeran Hulk itu tampak stres dalam usahanya menangkap The Four Horsemen.

So, dibalik semua adegan kejar-kejaran, tipu-tipuan dan adu trik sulap, tentu saja kejutan dari semua kejutan ada di ujung paling ujung film ini, yang harus saya akui merupakan sebuah twist yang sangat tidak terduga. Karena jujur saja, belajar dari The Prestige, jika sebuah film sulap dibuat dengan serius, saya sebagai penonton pasti ingin belomba-lomba membuka the grand secret dari film tersebut. Dalam kasus ini, J. Daniel Atlas berkata benar, “the more you look, the less you see”. Karena saya masih memegang pakem “are you watching closely” dari The Prestige, saya berusaha mencari tahu siapa sosok misterius ini dengan susah payah, bahkan tebakan saya yang sebenarnya menuju ke arah situ dimentalkan oleh beberapa fakta yang saya lihat di layar, tapi ternyata pada akhirnya saya hanya bisa berkata, I didn’t see that coming!

Well, Now You See Me otomatis menjadi salah satu film favorit saya di tahun ini, tidak kompleks dan berlapis-lapis tapi tetap menyimpan banyak rahasia yang mengajak para penonton untuk ikut berpikir sampai film ini habis. Sekali lagi, well done!

Rating: 4/5

7 thoughts on “Now You See Me (2013/US)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s