Kick-Ass 2 (2013/US)


It's Hit-Girl time! (more likely...)

It’s Hit-Girl time! (more likely…)

Tiga tahun yang lalu, film yang diadaptasi dari komik karya Mark Millar berjudul sama, Kick-Ass menjadi sebuah ‘sleeper hit’ yang mengejutkan. Kick-Ass otomatis menjadi salah satu film vigilante terbaik sepanjang masa versi saya, tidak ada yang bisa mengalahkan kebrutalan Hit-Girl dan Big Daddy dalam membantai para kriminal, dan tentunya evolusi seorang remaja biasa menjadi superhero dadakan yang tak punya super power sama sekali, Dave Lizewski alias Kick-Ass itu sendiri. Sekuen aksi yang keren dan brutal serta soundtrack-soundtrack musik keren yang membuat film Kick-Ass makin hidup membuat saya jatuh hati seketika. Lalu apakah sekuelnya yang rilis tahun ini, tepatnya beberapa hari yang lalu dapat membuat saya terkagum-kagum lagi layaknya film pertamanya?

Cerita bersettingkan dua tahun setelah kejadian di film pertamanya, tindak tanduk Kick-Ass (Aaron Taylor-Johnson) dalam melawan penjahat dengan senjata seadanya berhasil menginspirasi para warga yang ingin menjadi seperti Kick-Ass. Hingga akhirnya muncul sebuah perkumpulan superhero bernama Justice Forever (plesetan Justice League) yang diketuai oleh Colonel Stars and Stripes (Jim Carrey), membuat Kick-Ass kembali berhasrat untuk turun kembali ke jalanan. Tapi sayangnya, Hit-Girl (Chloë Grace Moretz) sudah pensiun, karena pengawasan ketat Marcus (Morris Chestnut), sepeninggal kematian Big Daddy, Hit-Girl berusaha untuk menjadi wanita tulen. But, once you Hit-Girl, you’ll always be a Hit-Girl! Kembalinya para superhero jalanan mengundang Chris alias Red Mist (Christopher Mintz-Plasse), musuh lama Kick-Ass untuk balas dendam, dan Red Mist pun berevolusi menjadi sebuah super villain bernama The Motherfucker yang di dukung para psikopat yang menjadi anak buahnya, salah satunya Mother Russia (Olga Kurkulina) yang menyeramkan, pertempuran antara kubu Kick-Ass dan The Motherfucker pun tidak terelakan lagi.

Untuk menjawab pertanyaan saya sendiri sebelumnya, saya tidak begitu terkagum-kagum dengan Kick-Ass 2, tapi bukan berarti film yang disutradarai oleh Jeff Wadlow ini jelek. Kick-Ass 2 still an OK movie, beberapa elemen dari film pertamanya masih setia ditampilkan kembali di sekuelnya yang hanya berdurasi kurang lebih 90 menit ini. Tingkat kekerasannya lebih sering diekspos, walau memang minus darah yang muncrat kemana-mana, tapi tingkat kebrutalannya lumayan naik dua kali lipat kalau boleh saya berpendapat. Karena percaya atau tidak banyak sekali karakter yang vital di film ini mati begitu saja dengan brutalnya, apalagi beberapa adegan senonoh yang dilakukan The Motherfucker. Well, the ‘violence’ is still there.

Hanya saja mungkin kelemahannya adalah pace dari film ini berjalan terlalu cepat, sehingga membuat beberapa karakter penting menjadi shallow, tidak terdevelop dengan baik, apalagi karakter Colonel Stars and Stripes yang diperankan dengan sangat sempurna oleh Jim Carrey. Ya, sang kolonel kalau ditotal hanya ada sekitar tujuh menit tampil di Kick-Ass 2, sangat disayangkan sekali. Belum lagi porsi Hit-Girl dan Kick-Ass terbilang kurang berimbang, lebih banyak mengekspos perubahan yang terjadi dalam kehidupan Mindy Macready alias Hit-Girl, which is not really a problem for me. Toh pada akhirnya Kick-Ass dan Hit-Girl tetap bersinergi dalam menumpas kejahatan yang dipicu oleh The Motherfucker dan rekan-rekan sakit jiwanya.

So, Kick-Ass 2 still a good movie, ada beberapa momen epik dan keren, tapi ada juga beberapa momen datar yang sepertinya tidak penting ada di dalam film, atau mungkin karena memang film ini sensornya kurang mulus ketika saya menontonnya di jam midnite kemarin. Yang jelas, saya pasti akan menonton ulang film Kick-Ass 2 jika sudah keluar bajakan orisinilnya, he-he. Yes, sebagai sutradara yang masih sedikit showreel-nya dalam menggarap film-film semodel Kick-Ass, Jeff Wadlow harus dimaafkan ketika menangani film ini. Tapi kalau memang Kick-Ass akan dibuat lagi sampai film ketiga, saya rasa Matthew Vaughn harus ‘turun gunung’ lagi, dan jangan lupa kembalikan lagi soundtrack-soundtrack musiknya yang keren seperti di seri pertamanya itu. Overall, Kick-Ass 2 is still worth to watch, don’t miss it! And don’t leave your seat after the closing credit, a hidden scene waiting for you there, enjoy!

Rating: 3/5

8 thoughts on “Kick-Ass 2 (2013/US)

    • Not at all, there are some parts that make me bored, but it doesn’t mean the whole movie was bad… They still have a great moment, like Hit-Girl adrenaline rush, Brooke dancing scene (me likey!), the motherfucker lemah syahwat scene, the battle vs police after lemah syahwat scene, etc etc etc😛 at least the movie is not much different from the comic book😉

      Like

  1. Pingback: Godzilla (2014/Remake/US) | zerosumo

  2. Pingback: Trailer: Kingsman The Secret Service | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s