Searching for Sugar Man (2012/Sweden)


Legend never dies, ever!

Legend never dies, ever!

Coba bayangkan, kalau anda adalah musisi yang gagal, tapi tanpa disangka-sangka, rekaman lagu-lagu anda laris manis di belahan dunia yang lain, apa yang akan anda lakukan? Kurang lebih itulah yang terjadi pada seorang musisi yang bernama Rodriguez. Tumbuh besar di Detroit, Amerika sebagai seorang imigran, Rodriguez memutuskan untuk menjadi seorang musisi folk/blues layaknya Bob Dylan, sempat dilirik oleh seorang produser dan sempat membuat dua album pada awal tahun 70-an, tapi entah kenapa, rangkaian lirik-lirik jenius dan membumi yang dinyanyikan Rodriguez tidak laku di pasaran, dan cerita pun berakhir sampai disitu, Rodriguez tidak pernah terdengar lagi namanya.

But wait! Suatu saat, di belahan dunia yang lain, lebih tepatnya di Afrika Selatan, seorang pemilik toko kaset bernama Stephen Segerman menyatakan bahwa album Cold Fact milik Rodriguez adalah album ‘wajib’ rakyat Afrika Selatan saat itu. Sebuah fakta mengejutkan yang datang entah darimana, malahan album Rodriguez hampir terjual setengah juta keping di berbagai penjuru Afrika Selatan. Lirik-lirik lagunya yang membumi dan tidak sedikit menyuarakan kaum minoritas secara tidak langsung menjadi sebuah motivasi bagi rakyat Afrika Selatan saat itu yang sedang mengalami krisis politik akut, khususnya politik Apartheid.

Selang 25 tahun kedepan, album Cold Fact milik Rodriguez tetap menjadi album wajib rakyat Afrika Selatan angkatan 70-an, yang terus diturunkan kepada anak cucu mereka tentang betapa inspiratifnya musik-musik yang digubah oleh pria bernama lengkap Sixto Rodriguez itu. Tapi pertanyaanya adalah, tidak ada satupun dari mereka yang pernah melihat Rodriguez di stasiun televisi maupun berita manapun. Bahkan beredar kabar bahwa Rodriguez tewas di panggung dengan cara membakar tubuhnya sendiri dan beberapa ‘urban legend’ lain yang muncul dari para penggemarnya. Sampai akhirnya ada seorang pengamat musik bernama Craig Bartholomew Strydom yang memutuskan untuk mencari Rodriguez, apakah sang musisi yang kepopulerannya melebihi kepopuleran Elvis di Afrika Selatan itu masih hidup atau tidak?

Searching for Sugar Man adalah salah satu contoh film dokumenter yang dibuat dengan sepenuh hati, bahkan sampai saya menulis review ini, saya masih merinding akan cerita hidup seorang Rodriguez. Musisi folk/blues ini harus mendapat tempat yang sejajar dengan para musisi legendaris dunia, Rodriguez berhak mendapatkan tempatnya, tapi kenapa dua album miliknya tidak booming ketika itu masih menjadi misteri, walau beberapa orang berpendapat karena namanya yang terlalu membawa etnis hispanik di Amerika tidak terlalu punya tempat saat itu. Kalau boleh dibilang, Rodriguez berada di tempat dan waktu yang salah ketika itu, tapi Tuhan maha adil, Rodriguez lambat laun akan mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan.

Sebuah perjalanan menyentuh yang berhasil dirangkum apik oleh sang sineas asal Swedia Malik Bendjelloul. Berkat Malik, Searching for Sugar Man langsung diganjar piala Oscar tahun ini untuk kategori Best Documentary, Features. Ya, dunia harus tahu bahwa mereka selama ini telah kehilangan seorang musisi berbakat yang menjadi katalis dan penyemangat rakyat Afrika Selatan pada masa-masa sulit. Film dokumenter berdurasi 90 menit ini makin emosional ketika perjalanan sang pengamat musik itu menemukan titik terang. Kalau boleh jujur, saya hampir menangis ketika menonton film ini, sebuah bukti anugerah luar biasa dari Tuhan bagi umatnya yang selalu yakin dan sabar dalam menjalani hidup pasti akan diganjar dengan nikmat yang luar biasa.

Rodriguez mungkin terdengar seperti nama yang umum bagi warga keturunan hispanik di Amerika sana, tapi jangan salah, Rodriguez yang satu ini tidak boleh anda lewatkan, dunia harus tahu bahwa kita pernah memiliki seorang musisi berbakat yang benar-benar ‘underrated’. Film dokumenter terbaik yang dibuat berdasarkan kisah nyata terbaik seorang musisi terbaik yang pernah lahir di dunia. Must a SEE documentary of a decade!

Rating: 5/5

2 thoughts on “Searching for Sugar Man (2012/Sweden)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s