Disconnect (2012/US)


MILF alert!

MILF alert!

Bicara masalah rasial memang tidak ada habisnya. Setelah kemarin saya menyinggung sedikit film klasik Spike Lee, Do the Right Thing, apa anda masih ingat dengan film Crash yang rilis kurang lebih satu dekade yang lalu? Film yang bukan hanya mengangkat masalah perbedaan warna kulit semata dengan storyline yang berhubungan antara satu sub plot dengan sub plot yang lain? Ya, kalau anda ingat dengan film tersebut, sekarang saatnya saya mengajak anda untuk menonton satu film yang mempunyai gaya serupa dengan film Crash, yaitu Disconnect. Tapi bukan permasalahan rasial yang ingin diangkat oleh Henry Alex Rubin selaku sutradara di film fiksi debutannya ini, melainkan gaya hidup modern manusia saat ini yang terlalu terpaku pada yang namanya teknologi.

Ada tiga cerita utama di film ini, ketiganya tidak saling berhubungan, tapi ada benang merah diantara ketiga cerita tersebut. Cerita pertama tentang seorang remaja bernama Ben (Jonah Bobo) yang hidup dengan kedua orang tuanya yang super sibuk, apalagi ayahnya, Rich (Jason Bateman), yang seperti tidak bisa lepas dari pekerjaanya sebagai seorang pengacara. Kemudian ada sepasang suami istri, Derek (Alexander Skarsgård) dan Cindy (Paula Patton) yang identitasnya baru saja dicuri oleh hacker lewat dunia maya. Terakhir ada seorang jurnalis televisi bernama Nina (Andrea Riseborough) yang sedang membuat berita tentang jasa seksual yang dijajakan para remaja muda di internet, salah satu penjaja nafsu tersebut adalah Kyle (Max Thieriot), tapi penyelidikan Nina terhadap aktivitas ilegal internet ini menjadi semakin dalam ketika ia makin dekat dengan Kyle.

Semuanya mempunyai problematikanya sendiri, Ben merupakan seorang penyendiri yang akhirnya menjalin hubungan dengan seorang gadis di akun Facebook-nya, yang sayangnya akun tersebut adalah akun palsu buatan dua teman sekolahnya, Jason (Colin Ford) dan Frye (Aviad Bernstein). Ironisnya adalah ayah dari Jason adalah seorang detektif di bidang cyber crime yang benci sekali dengan tindakan-tindakan seperti itu. Lebih unik lagi adalah cerita Derek dan Cindy yang selama ini menjadi pasangan galau semenjak kematian anak mereka, tapi mereka kembali dekat berkat kasus pencurian identitas tersebut, mereka kembali berbicara satu sama lain setelah sekian lama sibuk dengan laptopnya masing-masing. Dan masalah yang dialami Nina pun tidak jauh beda, ia berusaha mengajak Kyle untuk keluar dari bisnis ilegal di internet yang entah akan membawanya kemana ketika ia sudah dewasa nanti.

Dengan benang merah teknologi digital yang menjadi katalis setiap konflik permasalahan yang dialami setiap karakter di film berdurasi hampir dua jam ini, Henry Alex Rubin mengajak kita untuk melihat sisi lain dari bagus dan buruknya teknologi. Ya, sebuah masalah klise yang memang sudah menjadi problematika global saat ini, dimana orang lebih sering melihat ke bawah (melihat layar) daripada melihat sekitarnya, dimana orang lebih sering diam seorang diri asyik dengan gadget dan kesibukannya sendiri sehingga kadang mereka tidak memperhatikan hal-hal detail di sekitarnya, dan lebih parahnya lagi, di keluarganya sendiri.

Dibuka dengan lagu favorit saya dari AWOLNATION—Sail, yang hebatnya bisa dipilih menjadi salah satu lagu keren yang ada di film ini, dan ditutup dengan lagu Max Ritcher yang berjudul ‘On the Nature of Daylight’ yang ternyata pernah menjadi scoringnya Shutter Island makin menambah nuansa emosionil film ini. Apalagi lagu Max Ritcher tersebut dikumandangkan ketika adegan klimaks film ini yang disuguhkan dengan teknik slow-motion yang indah, adegan pamungkas dari tiga cerita dan tiga permasalahan yang dijamin bisa membuat hati anda menjerit! Lebay? Tidak juga sih, he-he.

Entah kenapa film ini kurang terdengar gaungnya, padahal menurut saya Disconnect termasuk tontonan yang berkualitas, aktor dan aktris yang ikut andil di film ini pun merupakan orang-orang yang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Hollywood, walau memang peran mereka semua terlihat sama, tidak ada yang terlalu menonjol, sama rata dan sama baiknya. Akhir kata, kadang teknologi tidak selalu salah dalam membentuk pribadi manusia. Memang teknologi berperan besar di era globalisasi saat ini, tapi semua kembali lagi ke diri kita sendiri, hanya manusia itu sendiri yang bisa memberikan pengertian terbaik bagi siapapun, bukan teknologi. Well done Henry Alex Rubin dan tidak lupa Andrew Stern selaku penulis film ini. Satu film yang mempunyai pesan moral yang mendalam. Definitely must a see movie!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “Disconnect (2012/US)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s