The Kings of Summer (2013/US)


Why live when you can cut water melon with samurai whenever you want

Why live when you can cut water melon with sword whenever you want

Bagi anda yang suka dengan film drama komedi remaja bernuansa indie dan bertemakan coming-of-age, satu-satunya film yang harus anda sempatkan tonton tahun ini tentunya adalah The Kings of Summer. Film drama indie tentang tiga remaja puber yang meninggalkan kehidupan kota demi hidup di hutan ini adalah salah satu film yang dinominasikan untuk kategori Grand Jury Prize di Sundance Film Festival tahun 2013. Maka jangan heran, kalau anda kangen dengan film-film bertema serupa seperti Moonrise Kingdom-nya Wes Anderson bahkan Mud-nya Jeff Nichols, anda pasti akan suka dengan The Kings of Summer.

Film ini menceritakan kisah tentang tiga remaja yang bersiap-siap menghadapi liburan musim panas sekolahnya. Basically, mereka bertiga adalah sekumpulan remaja yang muak dengan kehidupan di rumah dan lingkungan sekolahnya. Ada Joe (Nick Robinson) yang tinggal berdua dengan ayahnya yang super otoriter semenjak ditinggal mati istrinya. Kemudian ada Patrick (Gabriel Basso) yang tinggal bersama kedua orang tuanya yang super protektif dan masih memperlakukan Patrick seperti bocah lucu. Terakhir ada Biaggio (Moises Arias), yang entah kenapa mempunyai perilaku super awkward nan absurd.

Bosan dengan kehidupan perkotaan dan kontrol dari orang tua mereka yang berlebihan, Joe, Patrick dan Biaggio memutuskan lari dari rumah dan tinggal di hutan lengkap dengan rumah kayu yang mereka bangun sendiri (kecuali Biaggio yang hanya-Tuhan-yang-tahu motifnya ia lari dari rumah). So, sesuai dengan tagline film berdurasi 90 menit ini, ‘why live when you can rule’, anda akan menyaksikan perilaku tiga remaja yang belum beres melewati masa puber bersenang-senang di hutan tanpa aturan sampai persahabatan mereka hidup di hutan selama sebulan lebih diuji oleh kehadiran Kelly (Erin Moriarty), gadis cantik yang baru saja menjomblo.

Disutradarai oleh Jordan Vogt-Roberts dan naskahnya ditulis oleh Chris Galletta, The Kings of Summer sukses menyuguhkan petualangan tanpa batas yang dipenuhi imajinasi menyenangkan ala remaja usia 15 tahunan. Seolah-olah meneriakan kata hati semua remaja yang pernah melewati masa-masa sulit seperti yang dialami oleh Joe dan Patrick (jangan anggap Biaggio punya masalah remaja pada umumnya, anggap saja dia alien di film ini, ha-ha) saya pikir film ini berhasil menyampaikan maksudnya dengan jelas dan kocak. Bayangkan saja Moonrise Kingdom tanpa warna warni ‘aneh’ ala Wes Anderson dan Mud tanpa problematika si Mud itu sendiri, itulah gambaran yang paling mendekati ketika saya menonton The Kings of Summer.

Hebatnya lagi, dengan plot cerita yang sederhana dan membumi, film ini masih menyisakan elemen-elemen yang sangat ‘lovable’ sekali. Sebut saja Moises Arias yang memerankan Biaggio, dengan tatapannya yang super datar dan gaya berpakaiannya yang mengingatkan saya pada Howard Wolowitz di serial The Big Bang Theory, Biaggio secara tak langsung menjadi karakter yang menghidupkan suasana susah, sedih dan senang yang dialami oleh Joe dan Patrick selama mereka bertualang dengan ke-sotoy-annya di hutan belantara. Ya, tanpa kehadiran Biaggio saya jamin film ini tidak akan terlalu menonjol.

Bahkan ayah Joe, Frank yang diperankan oleh Nick Offerman juga lumayan menjadi scene stealer di film yang mempunyai judul lain Toy’s House ini. Perannya menjadi seorang ayah ‘super-prick’ bagi Joe ditampilkan dengan gaya nyeleneh dan penuh dengan dialog kasar yang kocak, tapi jauh di dalam, hubungan ayah anak antara Frank dan Joe berhasil dieksekusi dengan baik di penghujung film. Intinya, anda akan mendapatkan semua pesan moral yang ada ketika menonton film ini, dari mulai cinta, keluarga, kasih sayang dan tentunya persahabatan.

Semua elemen tersebut dibungkus rapi diiringi dengan sinematografi cantik Ross Riege yang berhasil menangkap pemandangan hutan belantara yang indah. Bagaikan Into the Wild minus rasa depresif, The Kings of Summer adalah obat paling tepat bagi anda yang rindu dengan film drama komedi remaja yang tidak melulu bercerita tentang ‘loser vs jerks’ atau eksploitasi seksualitas remaja-remaja Amerika pada umumnya. Musim panas memang sudah berakhir, tapi belum terlambat untuk menikmati kembali kesenangan yang dapat dilakukan selama musim panas kemarin, salah satunya adalah dengan cara menonton The Kings of Summer, dan jangan beranjak dari tempat duduk sampai closing credit selesai, karena akan ada ‘pesan’ terakhir dari Biaggio, he-he. Enjoy!

Rating: 4/5

One thought on “The Kings of Summer (2013/US)

  1. Pingback: My 12 Favorite Movies of 2013 (And Not So Favorite Too) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s