Killer Toon (2013/Korea)


No need for sequel

No need for sequel

I don’t often watch Korean horror movies, but when I do, why the movie’s suck so bad. Mungkin itu sedikit gambaran (meme) yang saya rasakan ketika selesai menonton film horor asal negeri ginseng yang katanya film horor nomor satu saat ini, judulnya Killer Toon. Tapi bukan pengalaman horor yang saya rasakan, yang ada malah pengalaman capek karena Killer Toon ini merupakan film horor yang plotnya terlalu ‘draggy’, lama dan membosankan, apalagi ketika pertengahan film sampai akhir, rasanya ingin sekali walk-out dari bisokop Blitz yang sepi penonton itu.

Premis film Killer Toon tergolong unik, ketika ada cerita di komik horor yang menjadi kenyataan. Yaitu Ji-yoon (Si-young Lee) si penulis komik horor best seller di Korea yang tak sengaja terjebak dalam satu kasus pembunuhan yang sedang diselidiki oleh Detektif Lee (Ki-joon Uhm). Kecurigaan Detektif Lee tidak lain dan tidak bukan adalah korban-korban pembunuhan yang ia selidiki persis dengan korban-korban pembunuhan yang ada di komik karangan Ji-yoon. Kecurigaan makin bertambah ketika korban mulai berjatuhan satu persatu mengikuti rentetan seri komik Ji-yoon.

Ya, Killer Toon didukung dengan visualisasi panel-panel komik ala Korea yang sebetulnya ‘eye catching’, ibaratnya seperti melihat storyboard eksis langsung di dalam film. Selain itu, jangan lupakan aktor dan aktrisnya yang turut bermain peran di film ini, semuanya ‘bening-bening’ dan tanpa cela, tapi masalahnya kembali lagi pada alur cerita film ini yang terlalu lambat dan agak repetitif di akhir-akhir. Sehingga membuat penonton seperti saya rasanya ingin teriak “sudahi saja kasus pembunuhan yang seperti lingkaran setan ini!”

Korea mungkin belum mampu membuat film horor yang benar-benar intens, beda halnya dengan film-film thriller dan drama yang diproduksi Korea, rata-rata selalu mendapat acungan jempol. Ya mungkin untuk situasi film horor, Korea harus banyak belajar dari negeri gajah putih Thailand yang selalu menjaga kualitas dalam memproduksi film-film menyeramkan, bahkan film horor campur komedi pun mereka masih bisa mengemasnya dengan bagus, he-he. Akhir kata, embel-embel Killer Toon sebagai film horor nomor satu di Korea bagi saya tidak begitu terbukti, walau dari segi penyutradaraan dan teknis sudah sangat rapih, tapi alur ceritanya terlalu lama dan bisa membuat penonton seperti saya mudah kesal. So, penasaran? Jangan terlalu deh, mendingan saya sarankan anda untuk menonton film Korea yang mulai hari ini sudah rilis di bioskop-bioskop, yaitu Snowpiercer, enjoy!

Rating: 2.5/5

4 thoughts on “Killer Toon (2013/Korea)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s