My 12 Favorite Music Albums of 2013 (And Not So Favorite Too)


Oke, tahun 2013 akan segera berakhir, berarti tahun yang fantastis bagi saya pribadi ini akan segera berlalu, dan harus bersiap memulai tahun 2014 dengan lapang dada (apa coba?). Tapi bicara akhir tahun, tidak lengkap rasanya kalau saya tidak berbagi tentang album-album musik favorit yang telah menemani kisah susah, senang dan sedih saya selama tahun 2013 berjalan.

Ya, tahun 2013 termasuk tahun yang spesial bagi industri musik, khususnya bagi genre favorit saya, rock. Karena tahun ini adalah tahun kebangkitan para band-band ternama era 90-an yang tidak pernah ada matinya. Mungkin musik-musik yang saya dengarkan ini tidak begitu familiar bagi anda, tapi who cares, right? selama musik mereka bisa membuat saya melupakan sejenak keribetan yang terjadi dalam hidup, selama itu juga saya akan terus mendengarkan mereka.

So, siapa saja musisi/band yang selalu setia menghiasi playlist saya sepanjang tahun 2013 ini? Let’s take a look!

BLOODSPORTS; Suede

SUEDEDimulai dari posisi paling bontot, siapa sih yang tidak kenal dengan band legendaris pelopor trend musik britpop di awal 90-an ini? Brett Anderson cs kembali menggebrak kancah permusikan alternative rock dengan albumnya yang berjudul Bloodsports. Single andalannya, ‘Hit Me’, sukses menghantui saya selama beberapa bulan, apalagi ketika menonton video klipnya, serasa melihat awal mula Brett Anderson dalam menciptakan karya-karya brilliannya.

Favorite tracks: Barriers, It Starts and Ends with You, For the Strangers, Hit Me.

THE NEXT DAY; David Bowie

David Bowie's The Next DayDavid Robert Jones alias David Bowie ini memang tidak pernah ada matinya, eksis sejak tahun 70-an dengan single legendarisnya, ‘Space Oddity’, pelopor rambut bergaya mullet ini kembali hadir di tahun 2013 dengan menelurkan album The Next Day yang dibarengi dengan rentetan video klip konseptualnya yang dibintangi aktor-aktor Hollywood papan atas. Uniknya, cover album The Next Day miliknya hanya memoles sedikit cover single ‘Heroes’-nya yang legendaris, diblok dengan persegi berwarna putih yang bertuliskan ‘The Next Day’.

Favorite tracks: The Next Day, The Stars (Are Out Tonight), Where are We Now, Valentine’s Day, Dancing Out in the Space.

DAMAGE; Jimmy Eat World

JIMMYMeet the root of emo. Keterlaluan kalau anda tumbuh besar di tahun 90-an tanpa mendengarkan secuilpun lagu band asal Arizona, Amerika Serikat ini. Siapa sih yang tidak kenal dengan lagu ‘Sweetness’ dan ‘Bleed American’ milik Jim Adkins cs? So, tahun 2013 adalah tahun kembalinya mereka dengan album yang masih sama powerfulnya dengan karya terdahulunya. Damage adalah judul dari album terbaru mereka, dan pastinya benar-benar memberikan impact yang lumayan asyik dengan rentetan trek-trek powerful sampai ballad rocknya. Apalagi lagu ‘Lean’ yang sangat kental sekali sweetness-esque-nya.

Favorite tracks: Appreciation, Damage, Lean, I Will Steal You Back, Please Say No, Byebyelove.

AM; Arctic Monkeys

ARCTICBand sialan ini memang tidak pernah mengecewakan, setiap albumnya selalu hadir dengan ciri khas tersendiri, Alex Turner nampak makin dewasa dalam bermusik di album AM ini. Entah kenapa setiap treknya serasa mengajak saya untuk terus bergoyang dan galau pada saat bersamaan. So far, band asal Sheffield, Inggris ini tidak pernah mengecewakan saya setiap mengeluarkan album.

Favorite tracks: Do I Wanna Know?, Arabella, No. 1 Party Anthem, Mad Sounds, Snap Out of It.

LIGHTNING BOLT; Pearl Jam

PEARL JAMKata siapa grunge itu sudah punah? Warisan genre musik yang satu ini akan terus hidup selama band-band pelopornya masih eksis. Salah satunya adalah Pearl Jam yang tahun ini menyambar industri musik rock dengan album Lightning Bolt-nya. Trek pembuka ‘Getaway’ sudah memberikan sedikit gambaran pada para pendengar tentang keseluruhan albumnya. Kualitas vokal Eddie Vedder pun nampak selalu prima, tidak lekang oleh waktu. Ya, mau bagaimana lagi, legend never dies.

Favorite tracks: Getaway, Mind Your Manners, Sirens, Lightning Bolt, Swallowed Whole, Yellow Moon.

PARAMORE; Paramore

PARAMOREPercaya atau tidak, pertama saya mendengar single terbaru Paramore yang berjudul ‘Still Into You’, saya agak pesimis, ternyata Hayley Williams terkena sindrom Avril Lavigne yang ingin lebih banyak berbicara cinta di albumnya. Sound-sound ‘poppish’ yang mainstream dan video klip yang girly, what the hell?! Tapi setelah albumnya keluar dan setelah mendengarkan keseluruhan lagunya, saya tarik kembali ucapan di awal, Paramore tidak pernah berubah atau ‘sold-out’, Hayley tetaplah Hayley, walau saat ini hanya tinggal bertiga saja, mereka masih tetap nge-rock dengan lirik-liriknya yang makin dewasa dan trek-trek andalannya yang tidak pernah saya hapus dari playslist sepanjang tahun 2013 ini. Seperti nuansa post-rock di lagunya yang berjudul Future, just wow!

Favorite tracks: Ain’t It Fun, Anklebiters, Be Alone, Daydreaming, Grow Up, Last Hope, Proof, Still Into You, Future, Now and almost a whole album.

THE MARSHALL MATHERS LP2; Eminem

EMINEMThe god of rap is back! Ya, Eminem sang rapper kulit putih yang meroket di awal tahun 2000-an kembali lagi di tahun ini dengan amunisi mengerikan yang bersiap untuk menghancurkan trend musik rap dan hip hop yang sudah mulai kehilangan arah. Bahkan salah satu singlenya, ‘Rapgod’ sudah mendefinisikan album The Marshall Mathers LP2 ini. Diproduseri Rick Rubin, dan menggaet banyak musisi bertalenta kekinian, seperti Rihanna, Kendrick Lamar, Nate Ruess etc, The Marshall Mathers LP2 adalah jawaban bagi anda yang merindukan era-era keemasan dimana rap dan hip hop tidak melulu membicarakan pantat dan wanita seksi.

Favorite tracks: Survival, Berzerk, Asshole, Rapgod, The Monster, Headlights, The Game.

WHERE YOU STAND; Travis

TRAVISBukan drummer Blink-182 yang saya bahas disini, tapi band britpop asal Glasgow yang pernah menjadi buah bibir di era 90-an. Frontman Fran Healy nampaknya tidak pernah kehilangan selera humornya dalam bermusik dan membuat video klip untuk Travis. Sempat hiatus lama sejak tahun 2008, Travis kembali menggebrak dengan album terbarunya di tahun ini, Where You Stand, dibarengi dengan video-video klip ciri khas mereka yang selalu bercanda dan penuh tawa. Dengarkan lagu pembuka album ini yang sangat catchy, saya jamin anda akan jatuh cinta pada keseluruhan album ini. This is the real alternative rock!

Favorite tracks: Mother, Moving, Reminder, Where You Stand, On My Wall, Boxes, Parallel Lines.

LOUD LIKE LOVE; Placebo

PLACEBOOh no, Brian Molko dan Stefan Osdal kembali menggebrak kancah musik rock di tahun 2013, tentu saja tidak boleh dilewatkan! Dengan judul Loud Like Love, jelas, album mereka ini penuh dengan lagu hingar bingar ala jaman keemasan Brian Molko cs yang nampaknya tidak pernah mengendur untuk selalu menciptakan trek-trek ikonik. Lagu pembuka ‘Loud Like Love’ menjadi lagu pembuka paling powerful di semua album musik yang pernah saya dengar di tahun 2013, cause we are loud like… love! Jangan lupakan juga single ‘Too Many Friends’ milik band asal London ini, yang bisa anda lihat video klip dan liriknya yang jenius, menyindir kebiasaan manusia saat ini di dunia serba digital, ouch!

Favorite tracks: Loud Like Love, Too Many Friends, A Million Little Pieces, Exit Wounds, Purify, Bosco.

REWIND THE FILM; Manic Street Preachers

MSPThe manics is back! Band yang satu ini secara mengejutkan menelurkan album slow balladnya yang menghipnotis di tahun 2013. Shocking, twisting and brillian! James, Nicky dan Sean nampaknya bereksplorasi lebih luas di album terbaru mereka yang berjudul Rewind the Film ini. Hasilnya mengejutkan, pertama saya agak kaget, tapi setelah mendengar untuk kesekian kalinya, Rewind the Film adalah album slow ballad rock terbaik yang pernah saya dengar di tahun 2013. Lagunya yang mendayu-dayu dan kepikiran untuk menggunakan vokal wanita di salah satu singlenya membuat saya makin kagum dan salut pada James dkk. Brillian guys! Pure genius!

Favorite tracks: Show Me the Wonder, 4 Lonely Roads, (I Miss The) Tokyo Skyline, Anthem for a Lost Cause, As Holy As the Soil, 3 Ways to See Despair.

PURE HEROINE; Lorde

LORDEOkay, sudah memasuki posisi dua, dan tidak aneh jika Lorde merangsek langsung ke posisi dua sebagai album yang paling nempel di otak saya siang dan malam. Ella Yelich-O’Connor atau biasa dipanggil Lorde ini seperti muncul entah dari mana (dari Selandia Baru sih) tapi langsung ‘membantai’ tangga-tangga lagu populer di seluruh dunia. Lebih epiknya adalah Lorde baru berusia 17 tahun ketika menelurkan debut albumnya yang berjudul Pure Heroine ini. Ya, Pure Heroine benar-benar menjadi candu bagi saya, apalagi ketika pertama kali mendengarkan ‘Royals’, lagu yang ditulisnya untuk menyindir kehidupan mewah para musisi Amerika, khususnya Lana Del Rey, ha-ha. Yeah girl, you do it right! Lorde, you’re the only singer I need!

Favorite tracks: all of them! Especially Ribs!

HESITATION MARKS; Nine Inch Nails

NINPosisi satu ini tidak bisa diganggu gugat, sebagai long time fans, saya sangat menanti-nanti kehadiran kembali Trent Reznor ke kancah permusikan dunia. Apalagi setelah hiatus cukup lama, saya percaya bahwa Nine Inch Nails akan kembali lagi dengan album-albumnya yang brillian. Hesitation Marks adalah jawabannya. Industrial rock modern yang digarap Trent Reznor digabungkan dengan ke-niche-an Pretty Hate Machine dan sound-sound unik pasca The Fragile, benar-benar membuat Hesitation Marks menjadi sebuah album paling eksperimental dari Trent Reznor (selain album instrumental Ghosts-nya). Bahkan lewat Hesitation Marks trent sempat melakukan sebuah tribute untuk band-band new wave pujaanya lewat lagu ‘Everything’ yang mendapat kritik beragam dari para fans. So, kalau masih ada yang beranggapan Hesitation Marks adalah karya Trent Reznor yang paling medioker, tunggu sampai anda lihat penampilan live Nine Inch Nails ketika membawakan lagu-lagu di Hesitation Marks. Jaw-fucking-dropping!

Favorite tracks: Copy of A, Came Back Haunted, Dissapointed, Various Method of Escape, I Would for You, In Two, While I’m Still Here.

So, that’s it! Itulah para musisi/band yang benar-benar menginspirasi dan menemani dimanapun dan kemanapun saya pergi. Thanks for the great music, see you on next year, dan doakan saya bisa menonton konser Nine Inch Nails di bulan Maret mendatang, ha-ha. Adios!

HONORABLE MENTION

Arcade Fire: Reflektor (lagu ‘Afterlife’-nya epik! Apalagi ketika dibawakan sambil ditemani Greta Gerwig yang berdansa kontemporer di Youtube Music Award)

Of Monsters and Men: My Head is an Animal (Islandia tidak hanya Sigur Ros dan Bjork saja, coba dengarkan Dirty Paws, single andalan yang sampai didapuk menjadi soundtrack film terbaru Ben Stiller)

The Killers: Direct Hits (album the best of, tidak ada yang mengejutkan, tapi lagu-lagu barunya cukup menusuk hati, seperti ‘Shot at the Night’)

Katy Perry: Prism (ah, tidak mungkin saya melupakan musisi cantik yang satu ini, roarrr!)

Sound City (album soundtrack keroyokan film dokumenter Dave Grohl terbaru, wajib anda dengarkan!)

John Mayer: Paradise Valley (seperti sang kekasih yang menelurkan Prism, John Mayer tidak mau ketinggalan eksis, dan hasilnya masih tetap memukau saya, ‘Dear Marie’ salah satunya)

Imagine Dragons: Night Visions (band paling hits tahun ini, tidak mau disebut mainstream sih, tapi jujur, beberapa lagunya catchy, seperti ‘It’s Time’ dan ‘On the Top of the World’)

Explosions in the Sky feat. David Wingo: OST Prince Avalanche (anda harus mendengarkan post-rock ala EITS yang beda dari biasanya ini, unik!)

30 Seconds to Mars: Love Lust Faith + Dreams (tidak ada yang baru dari album sebelumnya, Jared nampaknya selalu senang membuat pendengar sing along dengan lagu-lagunya)

Queens of the Stone Age: …Like Clockwork (stoner rock rules, ah apasih yang bisa didebat dari mereka)

The Dillinger Escape Plan: One of Us is the Killer (judul albumnya sudah berhasil membunuh saya dengan single-singlenya yang killer)

Fall Out Boy: Save Rock and Roll (mereka benar-benar menyelamatkan rock and roll dengan album konseptualnya yang dibarengi video klip berserinya, well done!)

Panic! At the Disco: Too Weird Too Live, Too Rare Too Die (sekarang tinggal Brendon Urie dan Spencer Smith saja yang menukangi band ‘kembaran’ Fall Out Boy ini, sayang di album terbarunya hanya ‘This is Gospel’ dan ‘Collar Full’ yang benar-benar membuat saya bergoyang, sisanya medioker)

Daft Punk: Random Access Memories (album paling hip tahun 2013, dan ‘Get Lucky’ membuat saya benar-benar ‘beruntung’ masih bisa menikmati musik-musik duo elektronika ini)

Kings of Leon: Mechanical Bull (tidak se-powerful album sebelumnya, tapi tetap mempunyai alunan rock ballad yang nagih. Salah satunya ‘Temple’ yang romantis!)

Black Sabbath: 13 (bukan pendengar setia Ozzy, tapi album terbarunya ini benar-benar ‘sesuatu’ di tengah-tengah kemelut autotune dan pose bugil Miley Cyrus di Wrecking Ball)

Dan most AWFUL album of the year jatuh kepada:

LINKIN PARK: RECHARGED atau lebih tepatnya Chester, Mike and Aoki project! Entah apa yang ada di pikiran mereka untuk merilis album remix semi dubstep ini, ‘A Light that Never Comes’ masih okelah, tapi sisanya hanyalah remix yang mungkin hanya anda dengarkan sambil ketika sedang teler dan sedang dalam proses mendekati wanita di klub dugem yang menyewa DJ amatiran. Stop dancing and start screaming again guys!

2 thoughts on “My 12 Favorite Music Albums of 2013 (And Not So Favorite Too)

  1. The 1975 mana bro? They became media darling in English in 2013. Lagu-lagunya punya vibe 80an yang ciamik, sound-nya bisa dibilang menyegarkan di era ini, meskipun ga bisa dibilang baru.

    Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s