Red 2 (2013/US)


Too rare to die

Too rare to die

Setelah beberapa bulan ini disibukkan oleh serial Breaking Bad yang fenomenal itu, akhirnya saya bisa beristirahat dari nonton marathon series dan kembali lagi menekuni film-film panjang yang sudah menumpuk di hardisk dan belum tertonton sama sekali. Banyak sekali film tahun lalu yang belum saya tonton, dari film-film Oscar-worthy sampai film-film blockbuster pada umumnya. Salah satunya adalah film action comedy yang satu ini, Red 2.

Sama seperti pendahulunya dan demam sekuel ala Hollywood yang entah kenapa biasanya selalu fluktuatif kualitasnya, Red 2 masih dibilang sedikit ‘aman’ dalam segi penceritaan dan development karakternya. Masih menceritakan para orang-orang tua pensiunan badan intelejensi negara yang mematikan seperti Frank (Bruce Willis) yang kini hidup damai dengan kekasihnya Sarah (Mary-Louise Parker) yang tiba-tiba saja mendapat kasus baru ketika Marvin (John Malkovich) memberi tahu Frank bahwa sekarang mereka menjadi target internasional karena disangka telah menyembunyikan senjata pemusnah masal dari jaman perang dingin.

Frank, Sarah dan Marvin dikejar bermacam-macam badan intelejen asing, dari mulai badan intelejen ‘formal’ yang dipimpin Jack (Neal McDonough), sampai pembunuh bayaran termahal di dunia, Han (Byung-hun Lee). Semua mengejar Frank, Sarah dan Marvin yang berhasil menemukan pembuat senjata pemusnah masal tersebut, yaitu Bailey (Anthony Hopkins). Dibantu oleh kisah masa lalu Frank, Katja (Catherine Zeta-Jones) yang menjadi konflik ‘sampingan’ di film ini, serta kehadiran kembali Victoria (Helen Mirren). Red 2 tetap memberikan sebuah tontonan yang eksplosif dan menghibur diluar keganjilan-keganjilan storyline-nya yang terasa dipanjang-panjangkan.

Walaupun minus Morgan Freeman, Red 2 tetap mempunyai primadonanya tersendiri, dari Bruce Willis sampai John Malkovich yang kali ini lebih banyak berbicara dan berekspresi konyol. Beberapa humornya masih terasa segar, tapi beberapa adegan aksinya ada yang terlalu di ‘blow-up’ sehingga terkesan tidak terlalu penting karena hanya seperti ingin menunjukan aksi-aksi maut para agen-agen tua bangka ini dengan balutan efek slow motion dan hentakan musik keras.

Tapi yang menarik tentunya adalah beberapa karakter baru yang terlihat tidak seperti biasanya, misalnya Anthony Hopkins yang terlihat sangat bego dan lumayan twisting serta Catherine Zeta-Jones yang entah sudah berapa lama saya tidak melihat wajahnya di film-film layar lebar. Tambahan tersebut cukup memberikan warna dan tetap setia dengan tone ‘retire and extremely dangerous’-nya walaupun Catherine belum bisa dibilang golongan ‘retire’, bukan?

Ya, dibalik keklisean dan twist-twist klise dan sedikit suntikan darah Asia di film berdurasi hampir dua jam ini, Red 2 mungkin akan terus diproduksi sampai entah berapa sekuel seperti rekan-rekannya di di film The Expendables. Sebagai sajian action comedy, Red 2 masih tetap bisa dinikmati di kala senggang, tapi mungkin tidak begitu berkesan dan cepat dilupakan. Cukup tonton film ini kalau anda sedang butuh hiburan yang tak terlalu menguras kinerja otak. Well, just sit back and enjoy!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s