Jack Ryan: Shadow Recruit (2014/US)


Let's make this movie more explosive than Taken and Bourne Trilogy

Let’s make this movie more explosive than Taken and Bourne Trilogy, shall we?

Ada yang menarik minggu kemarin. Saya menyadari kalau saya baru menonton dua film yang mempunyai landasan cerita yang kurang lebih mirip, tentang trading, saham, dan perekonomian di Amerika. Bedanya adalah genre yang diusung dua film ini. Mungkin anda sudah bisa menebak film apa yang saya tonton minggu kemarin, tapi untuk saat ini saya akan sedikit mengobrol soal film yang pertama saya tonton, film terakhir Tom Clancy sebelum wafat bulan Oktober tahun lalu. Rest in peace master!

Filmnya berjudul Jack Ryan: Shadow Recruit. Kalau anda senang dengan film-film spy thriller ala Amerika dan ala Tom Clancy tentunya, anda harus menonton Jack Ryan: Shadow Recruit ini. Tapi jangan harap ada kejutan di dalamnya, karena film yang disutradarai oleh Kenneth Branagh ini mempunyai storyline layaknya ratusan film spy thriller Hollywood kebanyakan. Sebagai film terakhir Tom Clancy yang didapuk sebagai penulis disini, saya tetap menikmati Jack Ryan: Shadow Recruit, walau sangat predictable, tapi entah kenapa saya selalu suka bagaimana cara mereka membangun pace dan alur di film-film spy semodel ini.

Ceritanya sendiri mengenalkan kita pada karakter Jack Ryan (Chris Pine) yang tergugah untuk membela negara setelah menyaksikan teror 9/11 ketika ia sedang menimba ilmu di Inggris. Bisa ditebak, Jack Ryan menjadi abdi negara setelahnya, tapi kecelakaan maut nyaris membuat Jack Ryan tidak bisa bertugas lagi, sampai akhirnya datanglah seorang agen CIA bernama Harper (Kevin Costner) yang membutuhkan jasa Jack Ryan untuk menjadi supervisor di Wall Street, mengawasi lalu lintas transaksi yang mencurigakan dan bisa menjurus kepada transaksi ilegal pendanaan teroris.

Oke, skip bagian uang, Wall Street dan lalu lintas transaksi yang ribet tersebut, intinya, mau tak mau Jack Ryan harus berhadapan dengan seorang pengusaha Rusia yang mempunyai pembukuan janggal di Wall Street. Pengusaha tersebut bernama Cherevin (Kenneth Branagh) yang ternyata mempunyai grand plan untuk menyerang Amerika bukan dengan cara menyulut perang dunia III, tapi dengan cara menghantam perekonomian Amerika dengan rumus-rumus ngejelimet di bursa trading Wall Street sebelumnya. So, seperti film spy thriller pada umumnya, Jack Ryan harus kucing-kucingan dengan Cherevin sebelum serangan ekonomi (plus bombing)  melanda Amerika (atau Wall Street).

Betul sekali, bagian awal film ini dibangun terlalu lambat dan terlalu ngejelimet untuk saya pertimbangkan sampai akhir film. Karena jujur saja, saya tidak peduli dengan masalah transaksi, kurs dollar dan saham yang jatuh bangun. Toh pada akhirnya, Jack Ryan menghadapi Cherevin dengan aksi yang ‘nyata’ juga. Selain itu, film ini memang sangat klise (sisi romansanya apalagi), seperti Jack Ryan yang jatuh cinta dengan terapisnya yang cantik, Cathy (Keira Knightley). Kemudian ada adegan dimana Jack Ryan harus mengambil data-data keuangan di kantor Cherevin dengan segenap taktik distraksi yang dilakukan Harper dan tim CIA-nya yang invincible. Ya, semua itu sudah sering kita saksikan, bukan? Apalagi kalau anda sudah terbiasa menonton film-film sejenis ini. Tapi entah kenapa, saya tetap terhibur, Kenneth Branagh yang ikut ambil bagian menjadi penjahat kaya raya dengan aksen Rusianya yang tanggung itu cukup berhasil membangun pace film ini dengan baik. Dimulai dengan lambat, tapi tensinya terus naik sampai klimaksnya yang (masih) klise di akhir, predictable, tapi saya tetap masuk ke dalam ketegangan yang dialami Jack Ryan yang katanya baru pertama kali melakukan tugas lapangan itu.

So, sebagai film aksi yang diadaptasi ‘halus’ dari karya-karya Tom Clancy, Jack Ryan: Shadow Recruit ini berhasil memuaskan saya, tapi tidak begitu memorable sebagai film spy thriller yang ground breaking untuk saat ini. Tetap, film berdurasi kurang lebih dua jam ini selalu cocok sebagai hiburan, apalagi bagi anda penggemar film-film aksi. Sekuen-sekuen aksinya pas, tidak berlebihan dan tidak terlalu mengawang-ngawang juga. Kesampingkan bau-bau patriotisme Amerikanya yang lebay itu, duduk dan nikmati saja film ini dengan santai. Enjoy!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s