Nebraska (2013/US)


Have a drink with your old man. Be somebody!

Have a drink with your old man. Be somebody!

Mengingat ajang Academy Awards akan digelar tanggal 2 Maret mendatang, akhirnya saya berhasil menuntaskan menonton Nebraska sebagai film ketujuh dari sembilan nominasi Best Picture Academy Awards yang berlangsung hari Senin waktu Indonesia nanti. Suprisingly, Nebraska yang digarap dengan sangat cantik oleh Alexander Payne ini menjadi film nominasi Oscar favorit saya setelah The Wolf of Wall Street yang liar itu. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan film yang disajikan dengan gaya ‘hitam putih’ ini selain kata cantik dan menggugah saya sebagai penonton. Sebuah film drama road trip ayah dan anak yang sangat menyentuh dan membuat saya tetap tersenyum di penghujung film, percayalah, Alexander Payne memang ditakdirkan untuk merajai genre-genre drama modern minimalis Amerika seperti ini.

Cerita film ini sangat sederhana, seorang pria tua yang masih suka minum alkohol bernama Woody (Bruce Dern) berencana untuk pergi ke Nebraska dengan cara jalan kaki untuk mengambil hadiah undian sebesar satu juta dollar. Melihat kelakuan ayahnya yang sudah mulai delusional—mengingat undian berhadiah satu juta dollar itu pun tidak pernah ada—sebagai anak, David (Will Forte) turut prihatin dan berencana untuk mengabulkan permintaan sang ayah terakhir kalinya dengan mengantarkannya ke Nebraska. Tapi ada beberapa kejadian tak terduga terjadi di tengah jalan, membuat David dan Woody harus singgah dulu ke kota kecil sebelum Nebraska, kota dimana Woody dibesarkan kedua orang tuanya. Persinggahan mereka ke kota kelahiran Woody mengundang banyak perhatian, apalagi para kerabat lama Woody yang sudah sama-sama lansia pun ikut menyambut kedatangan Woody dan David, sampai cerita-cerita masa lalu Woody mulai terbuka perlahan-lahan dan mulai mengubah sudut pandang negatif David tentang ayahnya yang alkoholik tersebut.

Nebraska ini memang film cantik dan harus diakui bahwa gaya penuturan drama road trip tentang keluarga yang kurang kompak ini sudah menjadi ‘sarapan’ Alexander Payne semenjak film Sideways yang rilis tahun 2004 silam itu. Dengan problematika yang sederhana, perlahan-lahan para karakter di film ini mulai menggali masa lalu keluarganya sendiri dan mengingatkan kembali kepada penonton makna keluarga sebenarnya. Baik buruknya orang tua kita, mereka tetap orang tua kita, bukan? Yang sebenarnya mempunyai banyak impian untuk generasi penerus mereka. Setelah paruh pertama film sukses membuat saya tersenyum kecil sampai tertawa cukup kencang melihat kelakuan Woody, kerabat-kerabatnya yang unik dan bagaimana cara David meng-handle semua itu, memasuki paruh akhir saya pun tak bisa menahan haru ketika tahu maksud Woody sebenarnya yang nekat ingin pergi ke Nebraska. Klise memang, tapi proses menuju scene ‘klise’ ini terbangun dengan sangat baik dari awal film dimulai.

Selain chemistry apik antara aktor senior Bruce Dern dan sang anak yang diperankan oleh Will Forte, karakter lain sama memikatnya, seperti sang ibu, Kate, yang diperankan dengan sangat liar sekaligus ‘kocak’ oleh June Squibb dan sang saudara kandung David, Ross—yang diperankan oleh Saul Goodman a.k.a Bob Odenkirk—yang sama-sama mencuri perhatian walau hanya menjadi karakter pendukung semata. Kombinasi keluarga berencana ini menjadi perpaduan paling ampuh untuk menghadirkan sebuah drama keluarga yang mempunyai banyak unsur humor, satir dan sosial di dalamnya, sebuah racikan sempurna dari Alexander Payne dan penulis Bob Nelson yang turut tampil juga sebagai cameo di film berdurasi hampir dua jam ini.

Setelah The Descendants, sineas kelahiran Nebraska ini masih bisa memukau saya dengan film drama minimalisnya. Mengeksplorasi negara bagian Amerika yang ‘sepi’ itu dengan cara yang berbeda, dipenuhi para karakter lansia yang mungkin kita pikir bakal membosankan tapi justru menyimpan banyak kejutan yang tidak sedikit di dalamnya mengundang tawa. Jadi, apakah Nebraska ini Oscar-worthy? Jawabannya, tentu saja iya, dan saya jadi berpikir ulang, apakah salah satu ‘elemen’ di film black and white ini akan menggondol piala emas tersebut? Kita lihat saja nanti tanggal 2 Maret. Meanwhile, kalau anda butuh tontonan yang menyentuh dan inspiratif, Nebraska tidak boleh anda lewatkan, tapi kalau anda tidak suka menonton film dengan alur yang lambat, jangan salahkan saya kalau anda tidak suka filmnya, he-he. Enjoy!

Rating: 5/5

5 thoughts on “Nebraska (2013/US)

  1. Pingback: My 12 Favorite Movies of 2014 (That I’ve Downloaded) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s