Need for Speed (2014/US)


I am the danger (in the street, for now)

I am the danger (in the street, for now)

Diluar faktor Aaron Paul sebagai alumnus Breaking Bad yang digandrungi sejuta umat, tidak bisa dipungkiri, Need for Speed—with or without Aaron Paul tetaplah sebuah film tentang mobil kencang yang setia kepada source material-nya, yaitu gamenya yang berjudul sama. Sebagai veteran gamer yang sudah berhenti mengkonsumsi game-game PC dan console secara berlebihan pasca lulus kuliah, harus saya akui Need for Speed adalah salah satu film adaptasi game terbaik yang ada diluaran sana, diluar faktor storyline dan karakterisasinya yang mungkin bagi sebagian orang terbilang lemah dan cheesy, Need for Speed tetap memberikan hiburan yang tak kalah seru dengan saga The Fast and the Furious.

Disini kita akan berkenalan dengan seorang pembalap muda bernama Tobey Marshall (Aaron Paul) yang baru saja kehilangan sahabatnya, Pete (Harrison Gilbertson) dalam sebuah balapan maut yang melibatkan Tobey dan rivalnya, Dino Brewster (Dominic Cooper). Gantinya adalah Tobey dikhianati dan dituduh membunuh Pete, tapi pasca keluar dari penjara, Tobey sudah menyiapkan serangkaian rencana untuk membayar kematian Pete kepada Dino di balapan underground De Leon yang dikordinasi oleh seorang announcer gaek, Monarch (Michael Keaton). Lewat dukungan teman-temannya seperti Benny (Scott Mescudi), Finn (Rami Malek) dan Joe (Ramon Rodriguez) serta love interest Tobey, Julia (Imogen Poots), mereka bekerja sama untuk menegakkan keadilan kepada Dino Brewster di kompetisi legendaris De Leon yang melibatkan banyak mobil mahal hancur lebur.

Well, this is it, this is the real movie about fast car and race, bukan memihak sana sini, tapi sebagai sebuah penyegaran, Need for Speed datang di waktu yang tepat. Apalagi setelah franchise The Fast and the Furious menguasai film dunia balap mobil dan wanita cantik selama kurang lebih satu dekade, Need for Speed hadir sebagai film yang ingin menunjukkan sekali lagi pada penonton yang mungkin sudah lupa dengan apa yang didapatkan ketika sedang menonton film yang bertemakan mobil kencang dan balapan liar, yaitu kecepatan! Sebelum masuk ke detail dan tetek bengeknya, sekali lagi saya harus memberi applause kepada George Gatins selaku penulis dan Scott Waugh yang berhasil mengadaptasi dengan luwes film ini dari game yang sudah eksis semenjak jaman Playsation generasi pertama ada. Dan harus diakui, mereka semua tidak melupakan elemen-elemen gamenya yang sangat khas dan vital, semua disajikan dengan wajar dan mulus di film berdurasi dua jam ini.

Balapan underground-nya ada, hot pursuit-nya hadir, auto body shop-nya eksis, one lap race yang berjarak jauh pun menjadi bagian dari klimaksnya, apalagi ketika anda melihat jalanan yang sangat familiar sekali yang biasa ditemui di gamenya, dari mulai jalanan perkotaan yang rapih hingga jalanan di lereng-lereng pegunungan yang berkelak kelok. Sebuah start bagus untuk memulai generasi baru di ranah film tentang mobil dan balapan, menambahkan isi cerita tanpa melupakan source material-nya. So, selain Mustang dan super car layaknya Bugatti, Lamborghini hingga Koenigsegg yang seperti mobil dari luar angkasa itu, alur cerita film ini tergolong ringan dan menyenangkan, tidak terlalu banyak drama ‘menye-menye’ dan kadar humornya pas walau memang pengembangan karakternya tidak sekuat seri The Fast and the Furious yang memiliki banyak ‘key player’ di dalamnya, who cares! Ini baru film pertama dan Aaron Paul is the danger!

Seperti yang saya bilang di awal, with or without Aaron Paul, Need for Speed tetap asyik, apalagi ditambah Imogen Poots sebagai karakter yang makin mem’perpanas’ suasana. Tapi thanks to Steven Spielberg, kalau tidak ada Breaking Bad yang ternyata salah satu serial televisi favorit Spielberg, Aaron Paul tidak akan di-casting di film ini. Jadi apapun itu alasannya, kehadiran Aaron Paul sebagai lead actor di film ini sudah cukup tepat dan cukup berpotensi untuk membuka jalan bagi film-film berikutnya (jika ada). Apalagi stunt-stunt balapan di film ini hampir semuanya dibuat tanpa bantuan spesial efek sama sekali, thanks to Scott Waugh yang sudah lama berkecimpung di dunia stunt, mungkin adegan mobil yang dikendarai Pete tiba-tiba melayang ke langit tidak akan bisa membuat saya tahan nafas selama beberap detik saat itu kalau tidak ada Scott Waugh yang duduk di bangku sutradara. Well, as a movie that involving luxurious car, pretty girl and douchebag antagonist, Need for Speed is a worth movie to watch, especially for all fans out there, who play the game since the beginning, don’t miss it!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “Need for Speed (2014/US)

  1. yup, aq jg sngt mnkmati wktu mnntn flm ini,slh 1 adaptasi game terbaik.syng skali Resident Evil (sbgai game terfavoritq) gagal diadaptasi sbg film hik

    Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s