Miss Granny (2014/Korea)


You only live once?

You only live once?

Kembali lagi dengan perfilman dari negeri ginseng, kali ini saya akan membahas sedikit tentang film drama komedi berbau fantasi yang lumayan banyak mendapat review positif dari banyak penonton, yaitu Miss Granny. Review positif yang datang dari banyak penonton pada umumnya memang tidak boleh diremehkan, karena film ini memang tipikal film drama komedi Korea yang bisa membuat anda tertawa terbahak-bahak dan menangis meraung-raung dalam waktu yang berdekatan (been there, done that).

Ceritanya sederhana sekali, yaitu ketika seorang nenek enerjik bernama Oh Mal-Soon (Na Moon-Hee) mulai merasakan kehampaan dalam hidupnya, dimana menantu dan cucunya nampak sudah tidak bisa menerima dirinya apa adanya. Dalam kegalauan tersebut, Oh Mal-Soon tanpa sengaja mampir di sebuah kios foto yang menjanjikan dirinya bisa terlihat lebih muda jika difoto disitu, tapi entah keajaiban darimana, setelah difoto, Oh Mal-Soon tiba-tiba kembali lebih muda, lebih tepatnya kembali ke usianya yang masih 20-an. Sadar bahwa dirinya kembali muda, ia mulai melakukan banyak hal yang belum pernah ia lakukan dulu, dari mengganti nama menjadi Oh Doo-Ri (Shim Eun-Kyung) sampai menjadi vokalis utama di band cucunya sendiri, Ji-Ha (Jin Young).

You only live once, right? Dengan Miss Granny, nampaknya sang sineas Hwang Dong-Hyuk ingin memberi tahu penonton bahwa you must do what you want while you’re young and have a lot of energy. Dibumbui sedikit nuansa fantasi yang sebenarnya bukan hal baru di genre film seperti ini, Miss Granny tetap hadir menghibur apalagi ketika memakai resep lelucon-lelucon sitkom legendaris yang mempunyai porsi yang pas di sepanjang dua jam film ini berjalan, tidak terlalu berlebihan dan tetap mengena.

Tapi mungkin film ini tidak akan hidup tanpa penampilan sang Miss Granny muda yang sangat komikal dan meyakinkan. Diperankan oleh Shim Eun-Kyung, saya seperti melihat karakter Oh Mal-Soon ketika masih muda betulan, ia tampil apa adanya tanpa melupakan gestur dan mimik sang pemeran Oh Mal-Soon tua yang tidak kalah apik—sama-sama konyol dan kadang mengingatkan kepada nenek kita sendiri yang cerewet tapi sebenarnya sayang sekali dengan keluarga.

Selain unsur cinta dan keluarga, film ini juga menyisipkan beberapa sindiran sosial pada polemik yang sebenarnya menimpa tatanan sosial masyarakat mereka sendiri. Seperti yang kita tahu bahwa Korea itu gudangnya wanita yang mempunyai kecantikan artifisial dan entah apa yang ada di pikiran mereka kalau sebenarnya kecantikan itu tidak akan bertahan lama, kurang lebih mungkin itulah yang ingin disampaikan oleh Miss Granny, dari yang saya tangkap, bukan masalah Y.O.L.O-nya saja, tapi masalah menghormati serta menghargai diri sendiri dan orang sekitar.

Akhir kata, dengan formula juara film drama komedi Korea pada umumnya, Miss Granny merupakan tontonan yang worth to watch. Beberapa scene komediknya ada yang sangat surreal dan berhasil membuat saya tertawa terpingkal-pingkal, jangan lupakan juga iringan musik-musik lawas, mellow sampai heavy metal yang dibawakan Ji-Ha dengan band KISS KW 10-nya, semuanya melebur menjadi satu tontonan yang ditutup dengan parade tearjerker yang menjadi klimaks film ini. Dan bagi anda para wanita penggemar berat pop culture Korea mungkin akan makin suka dengan film ini karena banyak melibatkan acara-acara hip Korea kekinian dan beberapa referensi serta aktor dan aktris Korea yang sedang naik daun. Well, beruntung saya menonton film ini ditemani seseorang yang paham sekali dengan pop culture disana. Jadi, tunggu apalagi? Silakan tonton saja langsung.

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s