Ride Along (2014/US)


Don't underestimate a real gamer

Don’t underestimate a real gamer

Sudah lama tidak menonton film-film komedi yang diperankan aktor komedian kulit hitam, dan pilihan saya jatuh kepada film Ride Along yang ternyata lumayan konyol di mata saya. Kalau bicara film komedi memang bisa sangat beragam penilaian orang, bagi beberapa orang mungkin film ini garing tapi bagi beberapa orang seperti saya, Ride Along cukup menghibur saya yang hampir lupa kapan terakhir nonton film komedi. Disutradarai oleh Tim Story, Ride Along memakai formula film-film buddy cop pada umumnya, bedanya dua aktor utama disini sama-sama komedian kulit hitam, walaupun yang satu lebih ke seorang rapper tapi tetap saja selera humornya tidak jauh-jauh beda, bukan?

Ceritanya ada seorang penjaga keamanan kampus yang juga seorang gamer sejati bernama Ben (Kevin Hart) yang sedang berusaha mendapatkan doa restu dari James (Ice Cube), kakak pacarnya Ben yang bernama Angela (Tika Sumpter). Masalahnya James yang berprofesi sebagai seorang detektif di kepolisian Atlanta sangat tidak suka dengan Ben, apalagi ketika ia tahu bahwa Ben berhasil masuk ke akademi polisi. Ben pun tidak tinggal diam, berusaha untuk lebih dekat dengan satu-satunya keluarga Angela, ia malah ditantang untuk ikut berkendara bersama James—yang sebenarnya sedang menyelidiki kasus penting—sehari penuh, untuk membuktikan apakah Ben layak menjadi suami Angela.

Ya, dengan formula buddy cop pada umumnya, kita akan disuguhi dua karakter bertolak belakang dan saling membenci yang pada akhirnya akan bekerja sama menumpas kejahatan. Formula yang sudah sangat sering kita lihat, bukan? Makanya itu jangan terlalu berharap banyak dari film berdurasi kurang lebih 90 menit ini, awalnya saya juga menonton film ini karena menginginkan hiburan yang super ringan dan humor-humor ala komedian kulit hitam yang sudah jarang saya lihat. Kevin Hart sukses menjadi karakter paling annoying dan paling banyak ‘bicara’ disini, sementara Ice Cube sendiri menjadi karakter protagonis yang cool seperti namanya (itu cold keleus!). Tapi memang kombinasi dua karakter ini selalu ampuh di film manapun yang bertema sama, dimana karakter paling konyol menjadi pahlawan di penghujung hari.

Beberapa karakter yang bertindak konyol pun ikut meramaikan film yang juga dibintangi oleh Laurence Fishburne ini, ada John Leguizamo dan Bryan Callen yang mewakili karakter kulit putih dan bertindak tidak kalah absurdnya walau tidak sepenuhnya absurd. Intinya film ini memang tidak memakai terlalu banyak karakter utama, hanya menonjolkan tindak tanduk James dan Ben yang seharian berkendara berusaha untuk menumpas kejahatan yang sebenarnya entah kejahatan betulan atau tidak. Tapi paruh akhirnya cukup menyelamatkan keseluruhan film ini, aksi monolog Kevin Hart sebagai seorang bos underground cukup konyol dan membuat saya cukup tertawa bego. Sisanya akan sangat predictable dan sangat standar, jadi jangan berharap film ini akan membuat anda mind blowing, karena pada dasarnya, film-film komedi seperti ini tujuannya hanya satu, yaitu membuat penontonnya tertawa, dan saya sudah cukup tertawa. So mission accomplished, just sit and enjoy it.

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s