The Square (2013/US)


The SquareDokumenter netflix (saluran streaming internet di Amerika Serikat) ini menarik sekali bagi Anda yang suka dengan berita luar negeri. Namun jika ga tau apa-apa soal revolusi Mesir atau yang kamu tahu soal Mesir hanya martabak Mesir sebaiknya jangan ditonton sebab film ini “pelengkap” berita internasional soal turunnya Mubarak, naik dan turunnya Mursi.

Semua dimulai dari alun-alun Tahrir tempat para jelata yang muak dengan Mubarak berdemo. Awalnya hanya demo rakyat dengan semua elemen termasuk Ikhwanul Muslimin (IM) bersatu, akhirnya “dibajak” IM untuk meluncurkan agendanya. Mursi naik dan kemudian turun semua ada hubungannya dengan Tahrir.

Dokumenter nominator Oscar ini menyorot tiga orang, satu  aktor Mesir yang pernah main di film The Kite Runner, satu lagi pria muda mirip persilangan Lenny Kravitz dan Thierry Henry dengan seorang pemuda Ikhwanul Muslimin berjenggot tebal. Mereka bertiga berasal dari tiga elemen politik yang berbeda di Mesir. Awalnya tujuan pertama adalah meruntuhkan Mubarak. Alun-alun Tahrir di Kairo menjadi saksi mereka yang berdemo, dan harus berhadapan dengan aparat yang kejam.

Apa yang awalnya hanya gerakan masyarakat kemudian terpecah ketika Mubarak akhirnya mundur. Ikhwanul Muslimin yang menang besar di pemilu malah mengecewakan masyarakat Mesir. Apalagi ketika Morsi malah membuat dekrit yang membuat dirinya berkuasa sangat besar, hampir sama dengan Mubarak.

Maka, mau tidak mau gerakan rakyat ini terpecah menjadi dua, pendukung dan penentang Morsi. Mereka berdemo (lagi) di alun-alun Tahrir menuntut keadilan. Morsi jatuh, masalah belum selesai.

Dibuat selama tiga tahun, Jehane Noujaim menyorot alun-alun Tahrir dengan intim. Kamera pun ia bawa ke ranah pribadi ketiga karakter utama dalam dokumenter ini, menyorot rumah serta orang-orang terdekat mereka.

Seperti kita ketahui revolusi Mesir belum usai. Pertikaian masih ada. Film nominator Oscar untuk dokumenter terbaik yang dalam bahasa Arab berjudul Al Midan ini memberikan sebuah akhir yang terbuka sekaligus intipan akan gairah rakyat biasa akan politik di Mesir.

Para pelaku dalam dokumenter ini kemudian belajar bahwa sebuah gerakan sosial kemasyarakatan yang berniat baik akan hancur kalau tidak diatur rapih dan terarah. Namun kita semua tahu, politik tidak semudah membalik telapak tangan, akan banyak kepentingan yang harus berbenturan.

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s