5 Hal Kenapa Film-Film Korea Selatan Lebih Bagus dari Hollywood


Zerosumo.net – Dari negeri Super Junior dan Bong Jon Hoo, sinema Korea Selatan tidak pernah berhenti menghasilkan film-film menarik. Sehingga tak salah jika Anda berpaling dari hamburger menuju kimchi dan bibimbap. Inilah 5 hal kenapa film-film Korea Selatan lebih bagus dari Hollywood.

Dendam Kesumat
Sebagai suatu negara, film-film yang berasal dari Korea Selatan beragam rupa, rasa, aroma dan tekstur. Namun tema dendam menjadi tema yang membuat film-film Korea Selatan dikenal luas di luar negara mereka. Sebut saja Oldboy, I Saw the Devil, Sympathy for Mr Vengeance, Lady Vengeance, A Bittersweet Life dan banyak lagi membawakan tema dendam yang binal. Pelaku dendam umumnya orang biasa yang menjadi korban dan kemudian main hakim sendiri. Tentunya dendam di sini akan habis-habisan sehingga membuat penonton bertanya-tanya di akhir, was it worth it?

5 Hal Kenapa Film-Film Korea Selatan Lebih Bagus dari Hollywood

5 Hal Kenapa Film-Film Korea Selatan Lebih Bagus dari Hollywood

Kejam Penuh Makna
Akui saja, setelah menonton banyak film bertemakan gangster atau dendam kesumat, rangkaian film SAW terlihat seperti Hallmark movie minggu siang. Di sini kekejaman bukan hanya sekadar pamer efek, namun memiliki substansi yang kuat dan terhubung dengan cerita. Ada masyarakat yang merasa ditekan struktur dan norma sehingga meledak menjadi kekerasan.

Orisinil
Marvel sama DC itu cuma punya Amerika sehingga bisa seenak jidat dibuat berjilid-jilid seperti jilid silat Kho Ping Hoo (If you are understand this reference, you’re too old to be here). Kalau sudah habis, re-boot ulang terus-terusan. Belum lagi dibuat phase one dan seterusnya. Adaptasi seperti ini adalah mesin pengeruk uang. Tiap tahun New York/Los Angeles/random US city akan dihancurkan berulang-ulang entah oleh Loki/Alien/some villain dlsb. Musim panas menjadi musim pengeruk uang, sisanya? Film-film sepi dan pengejar piala.

Akui saja, Hollywood kering ide sehingga hanya mampu memunculkan film adaptasi komik/game/buku/themepark, tetapi orisinalitas semakin berkurang. Padahal dulu Indiana Jones dan Star Wars itu sangat orisinil, kemana larinya kisah asli?

Sedangkan sineas Korea Selatan harus terus putar otak membuat kisah-kisah orisinil yang bukan adaptasi dari sebuah pre-sold ideas. Hasilnya adalah film-film menarik dengan ide binal yang sulit dimunculkan mesin besar bernama Hollywood. Film-film ini kemudian laris secara domestik.

Menjual ide orisinil ke khalayak memang pertaruhan besar yang ditakutkan Hollywood, tetapi bagi sineas luar Hollywood, hanya ide orisinil yang mereka punya.

Kearifan Lokal
Tanpa perlu melabelkan diri go international, film-film Korea dengan bernas mengangkat kekayaan budaya mereka sendiri dan mereka percaya diri akan hal itu. Tidak perlu judul film di Inggris-Inggris-kan atau karakternya berbahasa Inggris. Lihat saja berbagai film period piece Korea Selatan yang laris dijual (setidaknya di Asia). Apakah ini artinya mbok jamu di Jakarta bisa menjadi Wonder Woman lokal?

Berani Politis
Lihat The Host, sepintas ini adalah film monster biasa, namun di dalamnya penuh sindiran terhadap sistem politik dan birokrasi Korea Selatan. Lihat pula Snowpiercer (sutradara Korea Selatan dengan pemain non Korea) yang pedas menyindir kasta sosial. Jangan berharap hal seperti ini akan muncul dari Hollywood, kecuali dari Christopher Nolan, itu juga kalau Nolan diberi uang oleh produser.

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s