Oculus (2013/US)


OculusOculus merupakan judul film horor terbaru yang saya tonton. Oculus sendiri dalam bahasa latin mempunyai arti mata. Oleh karena itu, anda harus percaya dengan yang anda lihat ketika menonton film garapan Mike Flanagan ini. Harus diakui, film yang rilis di Toronto International Film Festival bulan September tahun lalu ini merupakan salah satu film horor yang tidak sama dengan film horor generik Hollywood pada umumnya. Mempunyai jalan cerita yang cukup menarik dan konsep mind-fuck secara literal, Oculus bisa jadi salah satu film horor terbaik yang rilis tahun ini.

Ceritanya dimulai dari niat seorang wanita bernama Kaylie (Karen Gillan) yang ingin menuntaskan apa yang terjadi kepada keluarganya 11 tahun yang lalu. Ayah dan ibu Kaylie tewas karena roh jahat yang muncul dari dalam cermin tua, adik Kaylie yang bernama Tim (Brenton Thwaites) dituduh membunuh sang ayah 11 tahun yang lalu. Maka setelah Tim menghirup udara segar, Kaylie membujuk Tim untuk membalaskan dendam sang ayah dan ibu yang mati naas di tangan cermin berhantu tersebut dengan pendekatan ilmiah dan sedikit kenekatan.

Cukup dengan premis seperti itu saya pikir Oculus akan berjalan dan berakhir layaknya horor-horor klise Hollywood yang susah payah menyalin konsep horor Asia ke film-filmnya. Tapi Oculus hadir cukup pintar, memainkan dua timeline berbeda di awal yang akan memperkenalkan kita kepada Kaylie dan Tim semasa bocah dan kedua orang tuanya yang masih hidup. Setelahnya, persepsi kita akan kematian kedua orang tua mereka akan dikaburkan dengan apa yang sebenarnya tersimpan di dalam cermin tersebut lewat serangkaian peristiwa-peristiwa aneh yang tidak bisa dijelaskan tapi cukup memainkan daya nalar saya sebagai penonton.

Singkatnya, Oculus adalah satu film horor yang akan membuat anda bertanya-tanya sekaligus kesal dengan apa yang anda lihat. Tidak jauh beda dengan tagline film ini (you see what it wants you to see) kita seperti diajak memasuki sudut pandang Kaylie dewasa dalam menghadapi situasi super aneh dan mencekam yang terjadi di rumah lamanya itu. Banyak momen-momen menarik sekaligus mengejutkan yang berhasil dibungkus dengan rapih oleh sang sineas. Tensi horornya pun dibangun secara perlahan-lahan dan seperti biasa dikeluarkan jor-joran di paruh akhir.

OculusTapi yang harus saya acungi jempol adalah teknik visual dan editingnya yang berhasil mengaburkan pandangan penonton seperti saya yang serasa menonton sebuah film dengan alur maju mundur tapi tanpa terasa maju dan mundurnya sama sekali karena dua timeline berbeda di film berdurasi kurang lebih 90 menit ini dijahit dengan cukup rapih sehingga menyuguhkan sebuah backstory sekaligus konsistensi horor yang berlapis-lapis pada penontonnya.

Well, apa mau dikata, mumpung film ini baru tayang reguler di bioskop, ada baiknya anda menonton Oculus segera. Apalagi buat para penggemar horor, Oculus ini cocok sekali menjadi santapan anda selanjutnya bagi yang ingin merasakan sensasi sport jantung dengan pendekatan yang agak berbeda dari film horor produksi Hollywood pada umumnya. Just see it if you want to see it, he-he. Enjoy!

Rating: 3/5

3 thoughts on “Oculus (2013/US)

  1. yup slh satu flm horror yg bnr2 bkn frustasi,gelisah&ngilu setelah bagian horor di keluarkan, tingkat ngerinya melebihhi Insidious dan sdkt dibwh the Conjuring deh. cwe2 yg ntn pd ketakutan semua kynya ^^

    Like

  2. Pingback: My 15 Favorite Movies of 2014 (That I’ve Seen in Movie Theater) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s