The Skin I Live In (2011/Spain)


The Skin I Live InThe Skin I Live In adalah film bergenre drama psikologis yang menegangkan. Digarap dan ditulis oleh sutradara kenamaan asal Spanyol, Pedro Almodóvar, film ini bercerita tentang seorang dokter bedah yang diperankan oleh Antonio Banderas.

Sebuah kecelakaan yang terjadi di masa lalu membuat dirinya kehilangan bukan saja hal yang disayanginya, namun juga akal warasnya. Tragedi pun tidak berhenti sampai disitu, anak gadisnya kemudian bunuh diri. Dan tanpa kasat mata dia menjadi semakin gila dalam penampakan yang paling wajar atas rasa bersalah dan kenangan yang terus menghantuinya. Sehingga batas antara salah dan benar pun mengabur. Karenanya dia berusaha menciptakan ulang masa lalu dengan memakan seorang korban. Korban yang dia transformasi dengan ilmu medis yang dia kuasai.

Bisa dibilang The Skin I Live In adalah semacam kisah Frankenstein abad ke-21. Tapi dibumbui oleh dendam, cinta, dan penebusan. Dan hal tersebut dituturkan tidak dalam cerita yang linier. Namun seiring waktu, ibarat kelopak yang satu per satu terkelupas, kita pun pada akhirnya dapat memahami inti ceritanya. Dan saya jamin anda akan terkejut, tercengang akan kebenaran yang muncul.

The Skin I Live InFrankenstein dalam film ini berwujud perempuan cantik yang diperankan oleh Elena Anaya. Dan dari waktu ke waktu dia berusaha melarikan diri. Melepaskan beban dirinya dari transformasi yang dialaminya. Namun memang tubuh yang dimilikinya sekarang sudah seolah menjadi penjara. Dia pun kemudian limbung dengan kenyataan yang ada. Walaupun begitu dia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya adalah korban dari kenangan masa lalu sang dokter bedah.

Dengan cerita yang unik ini, The Skin I Live In masuk ke dalam salah satu film pilihan Festival Film Cannes 2011. Lalu film ini mendapatkan penghargaan film bahasa asing terbaik pada ajang Academy Award di tahun yang sama.

Ada sebuah perasaan ngeri yang anda dapatkan setelah menonton film ini. Betapa tragedi yang berujung dendam dan rasa bersalah bisa begitu menggilas akal dan nurani seorang. Dibungkus menjadi sebuah film yang apik dan menawan, The Skin I Live ini adalah sebuah kisah yang tidak akan terlupakan.

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s