5 Hal yang Bisa Kamu Temukan dalam Film Sofia Coppola


Sofia CoppolaSofia Coppola adalah gambaran sutradara wanita yang sempurna bagi saya. Dia cantik, ia anak seorang pembuat film besar kenamaan, dan yang lebih penting: ia punya cara yang begitu bagus saat membuat film dan saya menyukai keseluruhan filmografinya. Kali ini, saya akan membahas tentang 5 hal yang terdapat dalam film-film Sofia Coppola. Tentu ini hanya sekedar opini pribadi.

Lost in TranslationKesepian VS Hura-Hura Anak Muda

Tema kesepian yang begitu jelas terdapat dalam Lost in Translation dan Somewhere. Namun saya rasa Marie Antoinette juga punya tema tersebut, meskipun samar-samar dari sosok Marie yang bosan dengan suasana ketat kerajaan. Sementara film The Bling Ring and The Virgin Suicides punya landasan berbeda seputar masa hura-hura anak muda. Dulu Sofia pernah membuat film pendek berjudul Lick the Star, dan saya rasa itu lebih cocok masuk ke tema hura-hura anak mudanya.

The Bling RingGaya Hidup yang Glamor

Hampir semua film-film Sofia Coppola selalu memasukkan unsur gaya hidup yang glamor, gemerlap dan mewah. Lihat eksklusifitas hotel dan kemegahan Tokyo yang ditunjukkan Sofia dalam Lost in Translation. Hal yang serupa di kota yang berbeda lewat Somewhere. The Bling Ring malah dengan frontal menunjukkan sebuah parade gaya hidup mewah kelas atas yang didambakan ABG jaman sekarang.

SomewhereCerita Beda Usia

Lost in Translation memotret Charlotte (diperankan Scarlett Johansson) seorang wanita pertengahan 20-an yang bertemu Bob Harris (Bill Murray), aktor Hollywood di usia 50-an. Dalam Somewhere, cerita beda usia nampak pada hubungan ayah dan anak antara Johnny (Stephen Dorff) dan Cleo (Elle Fanning). Memang cerita beda usia bukan kewajiban dalam setiap film-film Sofia, namun dalam dua film di atas, Sofia mampu membuatnya dengan indah dan sangat menarik. Bila bukan Sofia yang membuat, saya rasa hubungan Bob dan Charlotte dalam Lost in Translation akan tampak creepy. Begitupun Johnny dan Cleo yang nampak pasif namun juga jujur. Cuma Sofia yang bisa melakukannya.

The Virgin SuicidesNyaris Tanpa Konflik

Mungkin tidak semua orangbisa untuk menyukai cara penceritaan Sofia Coppola yang cenderung adem ayem. Bahkan beberapa (atau kebanyakan?) orang mendapati Lost in Translation itu film yang sangat menjemukan. Ya, memang begitulah Sofia Coppola. Dia tidak akan memancing orang dengan konflik-konflik yang mengejutkan apalagi mendebarkan, semua terasa datar dan berjalan lurus. Tapi menurut saya malah inilah “kepribadian” Sofia Coppola yang membedakan dengan sutradara-sutradara lain.

Soundtrack yang (Pasti) Keren

Semua orang harus mengakui bahwa Sofia punya selera musik yang bagus. Saya bahkan mendapat banyak referensi musik dari hasil menonton film-filmnya. Dari mulai soundtrack The Virgin Suicides, Marie Antoinette, Lost in Translation, Somewhere bahkan sampai yang terbaru yaitu The Bling Ring. Bahkan pengiring musik yang keren juga sudah ada saat ia membuat film pendek Lick the Star. Mungkin bila tak menonton film-filmnya, saya akan buta sama sekali dengan nama band-band seperti Jesus & The Mary Chain, The Strokes, Phoenix dan banyak lagi.

Itulah 5 Hal yang bisa saya temukan dalam film-film Sofia Coppola. Bagaimana dengan anda? Adakah hal lain yang berhasil anda tangkap dari film-film putri Francis Ford Coppola ini? (@maudymamaw)

Sofia Coppola career in 4 minutes.

Debut film by Sofia Coppola, Lick the Stars (1998).

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s