Swing Vote (2008/US)


Swing VoteZerosumo.net – Tak terasa pemilu pilpres di Indonesia akan dilaksanakan esok hari tanggal 9 Juli tepatnya. Tapi entah kenapa, berminggu-minggu sebelum pemilu pilpres ini dimulai—yang diiringi dengan banyaknya kampanye-kampanye para calon presiden tercinta kita yang menurut saya aura kampanye yang mereka lakukan melebihi aura bulan suci Ramadhan maupun Piala Dunia 2014 tahun ini, saya tiba-tiba teringat pada satu film yang berjudul Swing Vote, dibintangi Kevin Costner dan rilis tahun 2008 silam.

Film arahan Joshua Michael Stern ini entah kenapa terngiang-ngiang selalu di kepala saya melihat banyaknya faktor kemiripan dengan pemilu pilpres yang akan kita hadapi esok hari. Swing Vote sendiri mempunyai makna seorang pemilih yang masih mengambang dalam menentukan pilihannya, atau istilahnya di ‘murica sana yaitu pemilih ini adalah seorang independent yang tidak berpihak pada Republicans maupun Democrats.

Bicara Swing Vote, cerita film ini menurut saya pribadi sangat enjoyable dan thoughtful untuk ditonton. Menceritakan tentang seorang single parent bernama Bud (Kevin Costner) yang hobi mabuk-mabukan dan kadang lupa mengurus dirinya sendiri sampai akhirnya putrinya sendiri, Molly (Madeline Carroll) yang harus mengurus kehidupan Bud yang bisa dibilang miserable. Tapi mereka hidup bahagia, setidaknya itulah yang berusaha dirasakan dan diyakini oleh Molly bahwa Bud sebenarnya mempunyai hati yang baik dan bertanggung jawab pada kehidupannya sendiri dan keluarganya.

Sampai akhirnya pemilu pilpres dilaksanakan di ‘murica sana, dan ada dua calon presiden yang sama-sama kuat, dari sang presiden ‘murica sendiri, Andrew Boone (Kelsey Grammer) dan penasihat terpercayanya, Martin Fox (Stanley Tucci), serta kandidat dari partai Democrats, Donald Greenleaf (Dennis Hopper) dan penasihat terpercayanya, Art Crumb (Nathan Lane). Sayangnya, karena keteledoran Bud yang mabuk ditengah jalan ketika ingin menjemput Molly untuk mencoblos di TPS, Molly mengambil tindakan sendiri, yaitu mencoblos atas nama Bud yang sayangnya ketika Molly mencoblos, sistem di TPS error sehingga Bud dianggap belum memilih.

Swing VoteMaka disinilah cerita sebenarnya dimulai, hasil quick count dari seluruh penjuru ‘murica memperlihatkan bahwa nilai suara yang diperoleh dua kandidat sama jumlahnya, hasil yang sangat mustahil terjadi (namanya juga film) hingga akhirnya hanya satu orang yang bisa menentukan masa depan ‘murica, yaitu Bud, yang entah kenapa masih hangover dan tidak sadar apa yang sedang terjadi saat itu. So, apakah Bud akan memilih President Boone atau Donald Greenleaf? Di film inilah kita akan melihat tindak tanduk Bud dalam menentukan pilihan dan tindak tanduk para capres melakukan apapun demi mendapatkan hati (dan suara) Bud untuk mereka.

(Bunawar’s voice in The Raid 2: Berandal) sekarang ini, Indonesia dibagi rata, antara Prabowo dan Jokowi. Walau saya tahu 90% teman-teman saya akan memilih Jokowi besok dan mungkin saya juga bisa memilih Jokowi atau mungkin saja Prabowo, apapun hasilnya besok dalam pemilu pilpres, saya harap Indonesia bisa maju ke arah yang lebih baik kedepannya. Tapi jika bicara film Swing Vote, walau dibalut dengan nuansa politik, tapi jauh di dalam, film ini adalah sebuah film drama keluarga yang menurut saya cukup menyentuh dan cukup memberikan pencerahan.

Swing VotePada akhirnya, seorang Bud yang tidak peduli akan hidupnya pun harus berusaha untuk menjadi bagian dari negara dalam menentukan masa depan. Dan kadang dalam menentukan masa depan, banyak sekali kepentingan-kepentingan pihak tertentu yang dikorbankan, semua calon presiden yang bersaing punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, lewat film berdurasi dua jam ini, sang sineas menyuguhkan apa jadinya jika para calon presiden tersebut melakukan apa saja demi satu suara Bud lewat pendekatan yang jenaka sekaligus satir, banyak mengkritik kebijakan pemerintah dalam memutuskan sesuatu yang ‘tak mengutamakan’ kepentingan rakyatnya.

Lewat Swing Vote, bukan masalah ‘I stand on the left side ataupun the right side’, tapi yang terpenting adalah apakah ‘they are stand in our side or not?’ Apapun bisa terjadi sebelum pemilu pilpres dilaksanakan, semua berkoar-koar demi masa depan negara yang lebih baik, tapi jauh di lubuk hati, kita pun kadang ragu, bukan? Apakah suatu saat keputusan yang kita ambil akan benar-benar berpengaruh pada hidup kita nantinya?

Swing VoteLewat film ini juga, penonton diajak untuk tidak hanya melihat hal tersebut dari kacamata Bud saja, tapi juga kacamata Molly, seorang gadis polos yang hanya menginginkan yang terbaik untuk keluarganya dan hopefully untuk negaranya. Kita juga diajak untuk melihat bagaimana perubahan-perubahan kebijakan yang dilakukan oleh para calon presiden juga kadang menjadi boomerang bagi diri mereka sendiri. Seburuk-buruknya imej sang presiden Andrew Boone dan se-idealis-idealisnya imej Donald Greenleaf, kita sebagai penonton tetap tidak bisa men-judge mereka baik atau buruk karena yang terpenting adalah apakah mereka melakukan semuanya benar-benar tulus dari hati atau hanya karena arahan tim suksesnya saja? Hanya capres dan Tuhan yang tahu itu semua.

Sebenarnya saya malas berceloteh lebih panjang soal pemilu pilpres dan lain-lain, tapi setidaknya lewat film Swing Vote, saya bisa sedikit beropini tentang proses demokrasi yang diagung-agungkan negara kita sedari dulu ini. At least setidaknya Swing Vote menjadi suguhan film drama keluarga hangat berbau politik yang dikemas cukup menarik bagi saya pribadi. Berkat akting Kevin Costner juga dan duetnya dengan Madeline Carroll muda yang apik, penampilan meyakinkan mereka memberi banyak hati dan harapan untuk film sederhana ini. Dan jika anda masih menggerutu akhirnya siapa calon presiden yang dipilih Bud di endingnya nanti, sorry to say, you are not get the whole point of this movie, right? Bukan masalah siapa yang menang, tapi apakah pilihan yang kita pilih benar-benar meyakinkan hati kita dan memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk hari ini, hari esok dan seterusnya?

Siapapun yang menang di pemilu pilpres besok, mau itu Prabowo atau Jokowi, yakinkan diri anda bahwa itu adalah pilihan terbaik (yang saya harap) datang dari hati nurani penduduk Indonesia yang tercinta ini. Selamat menonton dan selamat mencoblos besok!

Rating: 4/5

NB: Prabowo maupun Jokowi harus mendengar pidato terakhir Bud di ending film ini yang sangat-sangat ciamik dan straight from the heart.

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s