Dawn of the Planet of the Apes (2014/US)


Dawn of the Planet of the ApesZerosumo.netDawn of the Planet of the Apes merupakan contoh film yang mengusung slogan “kalau film sekuel itu bisa lebih keren dari film pertamanya”. Percaya atau tidak, Rise of the Planet of the Apes juga merupakan salah satu film blockbuster favorit saya tahun 2011 silam, dan sekuelnya ini benar-benar melebihi ekspektasi saya, tidak mengecewakan sama sekali dan menurut saya pribadi merupakan satu-satunya film summer yang paling worth it sebelum film-film para superhero berdatangan nanti.

Rilis tanggal 11 Juli kemarin, cerita film Dawn of the Planet of the Apes dimulai dengan apa yang terjadi di bumi setelah 10 tahun dari kejadian film pertamanya. Seperti yang bisa kita tebak, umat manusia terancam punah karena virus yang membuat Caesar (Andy Serkis) makin pintar tapi membuat manusia makin kesakitan. Mereka menyebutnya ‘simian flu’, tak berdaya karena virus tersebut, sekarang manusia yang tersisa karena kebal virus hanya bisa berdiam diri di reruntuhan kota menantikan ajal mereka.

Sementara para kera yang dulu mengungsi ke hutan cagar alam sekarang sudah punya perkampungan sendiri. Caesar yang sudah makin tua tentunya sudah makin bijak dan makin dipercaya menjadi pemimpin para kera-kera yang kepintarannya makin terlihat di film berdurasi dua jam lebih sedikit ini. Sampai akhirnya perkampungan kera Caesar kedatangan grup manusia yang diketuai Malcolm (Jason Clarke), yang usut punya usut ternyata sedang membutuhkan daya listrik untuk kota para pengungsi yang sudah sekarat akan daya listrik.

Dawn of the Planet of the ApesMalcolm ini tipikal Will (James Franco) di film pertamanya, baik hati dan masih punya rasa manusiawi serta tidak selalu menilai sesuatu dari luarnya saja. Ketika Caesar mempersilahkan Malcolm untuk bekerja di perkampungan keranya, tidak semua kera suka, seperti Koba (Toby Kebbell), ingat kera bermuka sadis yang di film pertamanya dulu mengamuk di laboratorium sampai jembatan Golden Gate dan hampir membunuh banyak manusia? Nah! Sekarang Koba sudah makin pintar dan makin brutal, kedatangan Malcolm dkk ke perkampungan Caesar pun seperti bom waktu yang siap meledak, karena Koba sudah mempersiapkan rencana perang dengan manusia tanpa persetujuan Caesar yang cinta damai.

Dawn of the Planet of the ApesKalau anda mau tahu, ada Gary Oldman juga bermain peran di film Dawn of the Planet of the Apes ini, tapi perhatian saya hanya tertuju penuh pada Caesar, sang pelopor kera pintar yang hebat nan bijaksana, karakter Gary Oldman seperti bisa digantikan siapapun. Inilah yang membuat Dawn of the Planet of the Apes menjadi sebuah film sekuel yang tidak mengecewakan, karena Matt Reeves selaku sutradara mempertahankan nilai-nilai berharga di film pertamanya, ini adalah film tentang kebangkitan para kera, maka titik beratkan saja pada perkembangan emosional para kera, dalam kasus ini Caesar, jangan terlalu fokus pada manusianya.

Dawn of the Planet of the ApesKarakter manusia memang hanya sebagai pemanis di film ini, sama halnya seperti di film pertamanya, James Franco hanya menjadi supporting actor untuk Caesar yang gemilang di paruh terakhir film. Tapi tidak ada yang menyangka, bahkan saya sendiri ikut tergugah dan terharu dengan kisah hidup yang dialami Caesar dan perjuangannya untuk menyatukan para kera dan tidak ikut campur urusan manusia. Sebuah pergolakan batin sekaligus kenangan manis juga tidak luput dari film yang juga bisa anda tonton dalam format 3D ini, yaitu waktu Caesar kembali ke rumah lamanya dahulu kala ketika masih dilatih oleh Will, nostalgia dan rasa haru hampir menyelimuti saya, padahal film pertamanya baru rilis tiga tahun lalu, tapi kok terasa seperti sudah 10 tahun yah Caesar pergi dari sana, ha-ha.

Jangan lupakan juga visual efek Dawn of the Planet of the Apes yang makin ciamik dan sempurna. Di satu sisi saya sampai tidak bisa membedakan yang mana manusia, kera dan kuda yang diolah digital, karena mereka semua terlihat sekali nyatanya. Tapi di satu sisi juga saya merasakan kengerian kalau memang nanti para kera itu benar-benar bisa berevolusi sekonyol dan sepintar ini, tamat sudah peradaban manusia. Ha-ha.

Intinya, Dawn of the Planet of the Apes mempunyai segalanya untuk menjadi sebuah film epik blockbuster tahun 2014. Pengembangan karakter para kera yang siginifikan, kedalaman cerita yang sejalan dengan alurnya dan juga kemegahan visualnya serta pertanyaan untuk film selanjutnya. Apakah Caesar dkk akan berperang secara terang-terangan dengan para manusia di film sekuelnya nanti (jika ada, dan pasti ada)? Kita tunggu saja, yang jelas, kalau anda penggemar para kera ini semenjak film pertamanya, Dawn of the Planet of the Apes sangat wajib anda tonton!

Rating: 5/5

NB: Sedikit serba-serbi di belakang layar green screen entah apapun itu namanya.

3 thoughts on “Dawn of the Planet of the Apes (2014/US)

  1. Pingback: My 15 Favorite Movies of 2014 (That I’ve Seen in Movie Theater) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s