Noah (2014/US)


Noah Darren AronofskyZerosumo.net – Menonton film Noah karya Darren Aronofsky ini seperti sedang menonton film fantasi ala Narnia yang punya tone lebih ‘serius’, apalagi Noah adalah karakter religius yang diyakini banyak umat beragama, tidak heran banyak yang protes ketika film ini rilis. Tapi yang saya tidak paham, kenapa film ini bisa sampai dilarang tayang di Indonesia beberapa waktu yang lalu, dibalik penggambaran karakter Nabi Nuh versi Darren Aronofsky, Noah ini memang film yang terbilang standar saja menurut saya pribadi, saya juga heran kenapa Darren Aronofsky yang terkenal dengan karya-karya eksepsionalnya yang biasanya ‘dark and gritty’ mau menangani film Noah sampai se-mainstream ini.

Pertanyaan tentang itu biar anda dan Tuhan saja yang tahu, yang jelas Noah sebenarnya bukan film yang terlalu buruk bagi saya pribadi, tapi film yang sangat biasa saja jika mengingat film ini datangnya dari tangan sineas yang pernah membuat Requiem for a Dream yang depresif atau The Wrestler yang menarik simpati. Cerita film Noah, seperti cerita Nabi Nuh sejatinya adalah ketika Noah (Russell Crowe) mendapat wahyu dari Tuhan untuk membuat sebuah kapal raksasa karena ia melihat dalam wahyunya tersebut bahwa Tuhan akan mengirimkan hujan lebat yang akan menyapu seluruh isi bumi dan dosa para penghuninya sekaligus.

Noah disini didukung penuh oleh istrinya, Naameh (Jennifer Connelly) serta ketiga putranya, Ham (Logan Lerman), Shem (Douglas Booth), Japheth (Leo McHugh Carroll) serta gadis cilik yang ditolong Noah ditengah misinya membuat kapal raksasa—yang nantinya akan menjadi ‘love-interest’ Shem, yaitu Ila (Emma Watson). Mengemban misi dari Tuhan tidaklah semudah membalikan telapak tangan, apalagi ketika Noah didatangi oleh Tubal-Cain (Ray Winstone), seorang penguasa lalim yang ingin mengklaim kapal raksasa Noah. Dengan tekad yang kuat dan bantuan dari para fallen angel berwujud monster batu bernama the watcher, Noah sekeluarga berusaha menyelesaikan kapal raksasanya sambil menahan gempuran Tubal-Cain sampai saatnya tiba, yaitu saat hujan besar melanda bumi.

Noah Darren AronofskyAda monster berwujud batu di film berdurasi dua jam lebih ini, ada! Itulah yang membuat saya agak heran ketika menonton Noah, saya pikir pendekatannya akan lebih seperti Passion of the Christ mungkin, tapi ternyata Darren Aronofsky lebih mengambil sisi fantasi dan aksi dalam membuat film biblical ini. Bahkan opening film ini agak-agak ‘awkward’ bagi saya pribadi yang sudah pernah menonton semua film Darren Aronofsky, walaupun jatuhnya fantasi, The Fountain yang ngejelimet itu masih lebih pas dinikmati daripada Noah yang menurut saya pribadi serba tanggung ini dalam masalah eksekusinya.

Noah Darren AronofskyNoah ini tidak jelek, tapi mungkin diluar ekspektasi saya, alur ceritanya pun biasa-biasa saja, konflik yang terjadi pun tidak begitu memorable. Noah ini lebih ke penggambaran karakter Noah sebagai seorang kepala keluarga yang harus meyakinkan keluarganya bahwa wahyu dari Tuhan itu memang ada hikmah yang harus diambil dan tidak mudah untuk diaplikasikan. Jadi ketika melihat Noah mabuk-mabukan di pantai karena frustasi bahwa dirinya salah mengerti wahyu Tuhan pun sebenarnya saya biasa saja, tapi mungkin itu yang membuat film ini ditolak penayangannya di Indonesia, mungkin saja.

Noah Darren AronofskyMasih ada yang bisa dinikmati dari film berskala besar Darren Aronofsky ini. Visualisasinya cantik dan sangat memanjakan mata, entah dimana mereka syuting film ini, yang jelas sinematografinya indah. Apalagi konsep visual ketika sedang menjelaskan penciptaan alam semesta di hari pertama dan ketika Noah baru saja menanam bibit ajaib dari sang kakek, luar biasa cantik, seperti teknik stop motion yang menggunakan ribuan foto yang disusun menjadi satu kesatuan cerita. Selain itu, tidak ada yang spesial dari Noah selain durasinya yang cukup lama dan Emma Watson yang akting teriak-teriak karena ceritanya sedang mau melahirkan.

Overall, sebagai sebuah film biblical, Darren Aronofsky nampaknya mengambil jalur ‘aman’, membuat Noah menjadi seperti film petualangan fantasi Hollywood pada umumnya. Tidak ada yang terlalu greget dari film yang awalnya karakter Noah akan diperankan oleh Michael Fassbender atau Christian Bale ini. Kita lihat saja nanti film Nabi Musa ala Ridley Scott jadinya akan seperti apa di Exodus: Gods and Kings yang prediksi awal saya bakal tidak jauh seperti film Gladiator. Well, sebelumnya silakan saja nikmati film ini jika anda penasaran ingin melihat kisah Nabi Nuh dari pandangan seorang Darren Aronofsky, jangan terlalu berharap banyak saja. Enjoy!

Rating: 3/5

NB: More of that great behind the scenes. HERE!

2 thoughts on “Noah (2014/US)

  1. Pingback: Fury (2014/US) | zerosumo

  2. Pingback: Exodus: Gods and Kings (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s