Love Steaks (2013/Germany)


Love SteaksZerosumo.netLove Steaks menjadi film penutup di ajang German Cinema Film Festival yang digelar di Bandung kemarin. Sebagai film penutup, Love Steaks merupakan film yang paling memuaskan saya selama mengikuti German Cinema Film Festival, selain karena temanya yang sebenarnya umum, romantic comedy, tapi dengan gaya penyutradaraan Jakob Lass lah film berdurasi 90 menit ini menjadi sebuah film yang menarik untuk ditonton, sebuah kisah cinta yang tragis tapi tetap menghibur para penonton lewat cara awkward-nya tersendiri.

Cerita film Love Steaks diawali dengan perkenalan tokoh utama pria bernama Clemens (Franz Rogowski) yang super pemalu dan sangat alim. Clemens baru diterima kerja di bagian spa suatu hotel mewah di dekat laut Baltic. Tanpa sengaja, Clemens bertemu dengan seorang wanita bernama Lara (Lana Cooper) yang bekerja di bagian dapur hotel tersebut. Tapi masalahnya Clemens dan Lara bagaikan bumi dan langit, dimana Clemens yang pada dasarnya sangat pemalu dan polos harus berhadapan dengan Lara yang ‘sangat tidak wanita sekali’, urakan dan suka mabuk-mabukan. Tapi seperti lagu yang dinyanyikan Rihanna, eventually Clemens and Lara found a love in a hopeless place.

Love SteaksKalau bicara film romantic comedy mungkin Hollywood adalah gudangnya, tapi dengan formula yang repetitif dan itu-itu saja. Sedangkan di sisi lain, entah darimana Jakob Lass dengan semangat indienya bisa mengusung Love Steaks menjadi sebuah sajian romantic comedy yang menohok dan straight to the point, bahwa cinta itu ya seperti ini, bittersweet symphony that never really rhymes with our life, love is not a goddamn fairytale that always give you a happy ending in the end, at least happy from your perspective, not them.

Love SteaksFilm Love Steaks masuk ke dalam banyak nominasi di berbagai ajang perfilman, salah satunya Munich Film Festival tahun 2013 dan German Film Awards tahun 2014. Kesederhanaan Jakob Lass dalam menyuguhkan cerita naik turunnya hubungan awkward antara pria pemalu dan wanita urakan ini benar-benar sangat khas dan sangat orisinil dalam masalah eksekusinya. Hal tersebut didukung dengan gaya visualisasinya yang sangat indie dan editingnya yang liar serta scoringnya yang sangat simple. Menyajikan dua sisi mata koin antara bagian dapur dan spa seperti sedang memperlihatkan perseteruan antara anak gaul dan anak kutu buku di dalam satu sekolah, bedanya sekarang settingnya dibawa ke sebuah hotel mewah romantis yang tidak ada romantis-romantisnya bagi mereka.

Love SteaksPenampilan dua tokoh utamanya pun patut diacungi jempol. Sebagai dua karakter sentral yang 90% menjadi nyawa film ini, mereka berdua menyajikan chemistry love-hate relationship dengan sangat meyakinkan. Franz Rogowski yang sangat mirip sekali dengan Joaquin Phoenix waktu muda itu bertransformasi menjadi seorang pria pemalu yang kadang bicaranya tidak terlalu jelas. Bertolak belakang dengan Lana Cooper yang luar biasa ‘gila’ di film yang cukup banyak memperlihatkan dinamika kehidupan di balik layar hotel-hotel mewah di Eropa sana.

Love SteaksSebagai film pamungkas, Love Steaks tampil menjadi film yang paling memuaskan dari segi penceritaan maupun visual bagi saya pribadi. Script yang diolah Jakob Lass beserta tiga rekannya yaitu Ines Schiller, Timon Schaeppi dan Nico Woche itu berhasil menghadirkan sebuah cerita cinta biasa yang dieksekusi dengan sangat luar biasa dibalik kesederhanaan setting maupun departemen aktingnya sendiri. Love is sweet, love is bloody, love is rough, love is caring, love is running naked, love is anything… As simple as giving steak to the person you loved. Enjoy the awkwardly yet sweet romantic tale of Herr Pollozek and Frau Schmelzing, guten appetit!

Rating: 4/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s