The Purge: Anarchy (2014/US)


The Purge AnarchyZerosumo.netThe Purge: Anarchy merupakan film terakhir yang saya tonton kemarin. Kalau anda ingat dengan film pertamanya yang hanya berjudul The Purge saja berarti anda harus menonton sekuelnya ini walau memang tidak berhubungan tapi tetap menceritakan apa yang terjadi di hari pelampiasan tersebut. Banyak yang bilang film pertamanya bodoh, memang betul, walau premisnya menarik tapi eksekusinya terlalu biasa saja, tapi saya pribadi bukan orang yang membenci total The Purge yang pertama, saya masih bisa menikmatinya walau memang sangat bodoh. Lalu bagaimana dengan The Purge: Anarchy? Masih setia dengan premis awalnya hanya saja sekarang kita akan melihat karakter yang beragam dan setting yang lebih luas yaitu di perkotaan, bukan rumahan lagi.

Ada beberapa karakter yang menjadi perhatian utama di The Purge: Anarchy. Ada seorang pria tanpa nama (Frank Grillo) yang berusaha untuk menjalani hari pelampiasan dengan cara membalas dendam kematian putranya. Tapi sayang di tengah perjalanan sang pria tangguh tersebut tergerak hatinya ketika melihat empat orang asing yang hampir jadi korban pelampiasan orang-orang stress di jalanan yang mempunyai berbagai macam senjata beragam dari mulai senjata berkaliber berat sampai senjata tajam.

The Purge AnarchyMaka kita akan mengikuti tindak tanduk si pria tangguh tersebut bersama keempat survivor yang bernama Eva (Carmen Ejogo), Cali (Zoë Soul), Shane (Zach Gilford) dan Liz (Kiele Sanchez). Lalu disinilah sebenarnya masalah The Purge dimulai. Bagi anda yang baru tahu film ini lebih baik tonton dulu film pertamanya, tapi kalau anda malas saya jelaskan singkat saja kalau The Purge itu adalah satu hari dalam satu tahun di ‘Murica sana dimana orang bebas membunuh siapapun katanya demi mengontrol populasi. Proses pelampiasan dimulai jam tujuh malam sampai jam tujuh pagi, dan nantinya kita akan melihat banyak proses kematian yang harusnya sangar tapi sayangnya masih tidak begitu diekspos di film yang masih diarahkan oleh James DeMonaco ini.

The Purge AnarchyAsal tahu saja, diluar kritik pedas atas film pertamanya, The Purge itu pemasukannya termasuk untung besar. Makanya tidak heran ada sekuelnya yang cukup memanfaatkan keuntungan film pertamanya dengan membawa setting ceritanya lebih luas lagi. Tapi sesuka-sukanya saya pada karakter yang diperankan Frank Grillo, The Purge: Anarchy kembali pada ‘penyakit’ lamanya yang terlalu banyak memperlihatkan kekacauan random dan bagaimana cara grupnya si Frank Grillo survive the night. Walau ada beberapa pendekatan baru yang cukup gila seperti apa yang dilakukan orang kaya ketika hari The Purge tiba? Mereka membayar orang miskin untuk dibantai atau diburu! Cukup gila bukan, tapi sayang kegilaan ini hanya terjadi di penghujung film dan kurang lama saja dibahasnya.

The Purge AnarchyTapi sebagai sekuel, The Purge: Anarchy cukup memuaskan jika dibandingkan film pertamanya, karakter Frank Grillo sangat asyik sekali karena dia benar-benar seperti Punisher, seorang anti-hero yang bisa membantai orang kapanpun, sayang mobil anti pelurunya hanya bertahan sebentar, padahal mobilnya termasuk aksesoris yang cukup keren. Sisa para aktor dan aktrisnya bermain seadanya karena memang terlihat sekali bahwa karakter Frank Grillo yang menjadi karakter sentral di film berdurasi hampir dua jam ini.

The Purge AnarchyHemat saya, diluar flaw-nya jika memang ingin dibuat lagi sekuelnya nanti, lebih fokus saja pada karakter antagonis yang bisa meneror gila-gilaan sang karakter protagonis dari awal sampai akhir film. Karena kalau nanti masih bercerita tentang survive the night, otomatis The Purge akan mengulangi lagi kesalahan dan keboringan di dua film awalnya. Bahkan para penjahat bertopeng di The Purge: Anarchy ini hanya sebagai pemanis layar saja biar trailer filmnya kelihatan seram, gertak sambal yang sebenarnya useless. Just bring a maniac crazy psycho who will bring terror next time, the real one, not the fake and boring like those groups of useless killer. Tapi sebagai tontonan asyik di bioskop, The Purge: Anarchy cukup menghibur, not bad lah. Enjoy!

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s