Annabelle (2014/US)


ANNABELLEZerosumo.netAnnabelle membuktikan bahwa tidak selamanya film horor yang dibuat karena aji mumpung film horor sebelumnya yang sukses bisa membuat film yang menceritakan boneka iblis ini selevel dengan The Conjuring. Seperti yang kita tahu, Annabelle merupakan nama boneka pembawa petaka yang menjadi prolog film horor James Wan tahun kemarin. Maka tinggal tunggu waktu si boneka gadis berwajah sangar yang sebenarnya mempunyai nama asli Raggedy Ann ini dibuat filmnya. Alih-alih mengekor kesuksesan The Conjuring yang mengembalikan makna ‘horor klasik’ pada tempatnya yang mulia, Annabelle terlihat susah payah untuk mengikuti patronnya tersebut.

Cerita film Annebelle dimulai ketika John (Ward Horton) membelikan boneka baru sebagai kado persiapan lahiran sang istri tercinta, Mia (Annabelle Wallis). Malang bagi John dan Mia, rumah mereka diinvasi oleh antek-antek Charles Manson yang sedang mengadakan ritual black magic. Beruntung situasi tersebut berakhir cepat dengan hanya meninggalkan rasa trauma pada Mia, tapi teror tidak berhenti disitu, salah satu antek-antek pemuja setan tersebut mati ketika memegang boneka Annabelle. Jadi tidak heran beberapa lama setelah kejadian tersebut John dan Mia mulai diganggu penampakan-penampakan satanic lewat si boneka yang tersenyum terlalu lebar itu.

ANNABELLEBagi anda yang sudah menyaksikan trailer Annabelle, siap-siap kecewa karena semua aksi ‘jump scare’ atau ‘WTF!’ momennya mayoritas sudah diperlihatkan semua di trailer. Bahkan adegan anak kecil yang berlari menjadi wanita dewasa kesurupan—yang menjadi scene terbaik film ini—sudah di reveal terlebih dahulu di trailer. Sisanya hanyalah momen-momen mengerikan yang sangat klise dan entah kenapa John R. Leonetti sebagai sutradara tidak bisa memberikan ‘aura’ horor yang oke terhadap film berdurasi kurang lebih 90 menit ini.

ANNABELLEAnnebelle ini memang merupakan film spin-off super aji mumpung yang hype-nya keterlaluan sekali. bagi saya pribadi, gaya penyutradaraan sang sineas terlihat sangat ingin mengikuti gaya James Wan dalam mengolah The Conjuring, sayangnya terlihat kurang oke di mata saya pribadi, sehingga aura horornya pun jadi melempem hingga klimaks. Bahkan klimaksnya pun terlihat sangat konyol, solusi yang terlalu mudah, apalagi character development-nya terasa datar dari awal sampai akhir, jadi saya pun sebagai penonton tidak terlalu relate ke mereka.

ANNABELLESemoga penyakit ‘memperlihatkan-semua-adegan-keren-di-trailer’ akan berakhir di tahun depan, apalagi untuk film bergenre horor, haram hukumnya memperlihatkan banyak adegan-adegan ‘jump scare’ moment yang keren-keren. Tapi sementara saya menulis review ini, Annabelle bersaing dengan Gone Girl dalam raihan box office, membuktikan bahwa film yang di spin-off dari film laris memang jualan yang oke di Hollywood sana, tapi soal kualitas, sayang sekali, kurang oke bagi saya pribadi. Anda mau nonton sekarang atau nanti pun tidak akan masalah, jangan dijadikan beban pikiran, ha-ha.

Rating: 2.5/5

2 thoughts on “Annabelle (2014/US)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s