Cold in July (2014/US)


Cold in JulyZerosumo.net – Michael C. Hall is back! Tapi bukan sebagai ahli forensik yang jago membunuh orang melainkan sebagai seorang kepala rumah tangga normal yang baru mendapatkan ‘pengalaman’ baru dalam membunuh orang. Pengalaman disini harus digarisbawahi karena film terbaru aktor yang besar namanya karena serial TV Dexter itu kembali menunjukan performa terbaiknya dalam film bergaya retro yang berjudul Cold in July. Film yang sempat masuk nominasi Grand Jury Prize di ajang Sundance Film Festival tahun ini memang sudah menjadi incaran saya karena tidak lain dan tidak bukan disebabkan sosok Michael C. Hall itu sendiri yang sudah menempel di otak saya karena karakter Dexter-nya yang bertahun-tahun lamanya. Menariknya, Cold in July yang diusung dengan semangat ‘indie’ ala sang sineas—Jim Mickle, Michael C. Hall dapat dikatakan sukses melepaskan persona pembunuh bertangan dingin tersebut, and turns out Cold in July is a hidden gem of cinema industry this year.

Cerita film Cold in July pada awalnya sangat-sangat standar, saya pun sempat berpikir ini adalah film drama biasa, sampai akhirnya belum beres paruh pertama saya mulai dikejutkan dengan karakter-karakter baru yang menjadi highlight film berdurasi hampir dua jam ini. Ceritanya Dane (Michael C. Hall) baru mengalami “a shocking moment” dalam hidupnya. Tanpa sengaja ia membunuh seorang maling yang sedang beraksi di rumahnya malam hari. Merasa baru pertama kali menekan pelatuk pistol, Dane masih shock, tapi sang polisi menghiburnya karena ia telah berjasa melenyapkan si maling yang ternyata memang buronan polisi. Tapi hidup Dane tidak tenang karena ayah si almarhum maling, Russell (Sam Shepard) sepertinya ingin membalas dendam dengan cara meneror keluarga Dane.

Cold in JulyTerdengar seperti film drama thriller suspense (atau apapun itu) pada umumnya bukan? Saya juga berpikir seperti itu pada awalnya, tapi di pertengahan film ceritanya jadi makin menarik, karena ternyata maling yang dibunuh Dane bukanlah anak Russell, tapi entah kenapa Russell jadi diincar dan hampir dibunuh polisi secara sengaja. Dane yang selama hidupnya menjadi seorang ayah yang berbakti untuk keluarga berniat mengumpulkan keberaniannya untuk menjadi lelaki sejati dengan cara menolong Russell dan mencari tahu masalah sebenarnya dibalik konspirasi polisi dan keberadaan anak Russell sebenarnya. Mereka tidak beraksi berdua, tapi dibantu juga oleh detektif swasta nyentrik bernama Jim Bob (Don Johnson) yang mempunyai banyak ‘amunisi’ untuk menyelesaikan misteri dibalik konspirasi saling tipu dan tuduh itu.

Cold in JulyJujur saja, dengan latar tahun 80-an dan scoring musiknya yang sangat ‘David Bowie’ sekali, Cold in July ini walau terlihat seperti drama misteri yang kelam tapi tetap mempunyai gaya asyik dalam meredefinisi jagoan-jagoan tua bangka yang sedang hype di film-film tahun ini. Meskipun Michael C. Hall menjadi karakter sentral dari awal film, tapi tandemnya dengan duo bad-ass Don Johnson dan Sam Shepard benar-benar menjadi ‘amunisi’ paling ampuh untuk menghibur saya sampai film ini berakhir. Karakter Jim Bob yang nyentrik dan banyak bicara dan karakter Russell yang ‘diam-diam serigala’ ditandemkan dengan karakter Dane yang ‘anti kekerasan’ itu merupakan resep sinting yang entah kenapa menjadikan film ini asyik ditonton.

Cold in July memang diadaptasi dari novel karangan Joe R. Lansdale, bahkan si pengarang novelnya pun jadi cameo di film yang disokong banyak studio film anti mainstream itu, tapi saya salut dengan penerjemahan Jim Mickle yang membuat film ini sangat believe-able. Tensi filmnya dibangun dengan sangat baik sedari awal, dibuka dengan storyline standar yang ternyata berubah menjadi spektakuler di pertengahan sampai akhirnya ditutup dengan aksi para bad-ass plus Michael C. Hall di ending. Intinya, Cold in July merupakan menu lengkap bagi anda yang ingin menonton sebuah film yang mempunyai cerita solid, jajaran cast yang kuat, pengembangan karakter yang terasa dari awal sampai akhir, atmosfir 80-an yang sangat kental (rambut mullet Dane gak nahan!) dan tentunya aksi yang sangat ‘kelas’, tidak bombastik memang tapi sangat pas dan sejalan dengan film ini. Trust me, it’s works!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “Cold in July (2014/US)

  1. Pingback: Housebound (2014/New Zealand) | zerosumo

  2. Pingback: My 12 Favorite Movies of 2014 (That I’ve Downloaded) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s