Interstellar (2014/US)


InterstellarZerosumo.net – Di zaman adaptasi komik dan novel merajai layar lebar, menemukan sesuatu yang “asli” adalah hal yang langka. Dengan segala kekurangannya, Interstellar menjadi film “besar” tahun ini yang tidak mengandalkan palu Thor atau perlombaan Hunger Games. Sebuah pertaruhan besar bagi Christopher Nolan, sebab kalau ini gagal, maka bisa dipastikan ide-ide cerita orisinal akan sulit masuk studio besar.

Interstellar adalah kisah drama luar angkasa. Namun jangan sandingkan dengan Star Trek atau Alien, sebab film ini mendasarkan pada ilmu pengetahuan yang sekarang sedang berkembang, dengan tambahan imajinasi tentunya. Bagi mereka yang malas berpikir, tentunya film ini sebuah siksaan, sebaiknya hindari saja. Namun bagi mereka yang masih ingin menguji nalar, Interstellar merupakan film yang tepat.

InterstellarTentunya fans berat Christopher Nolan akan tutup mata pada kelemahan film berdurasi 169 menit ini, walau begitu, di atas segala kelemahan Interstellar, film ini masih patut mendapatkan acungan jempol. Kunci untuk memahami film yang sarat dengan muatan fisika ngejelimetnya ada pada serial Cosmos A Spacetime Odyssey, 2001: A Space Odyssey (1968) dan Contact (1995).

InterstellarDi sebuah pertanian, Cooper (Matthew McConaughey) tinggal bersama bapak mertua dan kedua anaknya. Bumi sedang krisis pangan dan NASA meminta Cooper menjadi pilot pesawat NASA mencari dunia baru di galaksi lain. Bagaimana bisa? Rupanya sebuah lubang cacing alias jalan pintas akan mengantarkan Cooper dan para astronot ke galaksi lain yang diperkirakan berisi planet yang bisa menampung manusia baru. Sinopsis Interstellar cukup sampai sini sebab jika dijabarkan maka akan merusak kenikmatan.

InterstellarPenuh jargon bahasa fisika, akting Matthew McConaughey masih memikat apalagi dengan iringan musik yang tak kalah menegangkan. Maklum sisa kilau piala Oscar masih ada, setidaknya sampai tahun depan. Dari segi ketegangan, Christopher Nolan mampu membangun 30 menit terakhir dengan sangat bagus. Jika Interstellar itu diibaratkan musik, tidak berakhir dengan dentuman keras, namun sebuah coda, alias outro yang lembut.

Penasaran dengan nasib umat manusia serta apa yang terjadi kalau mengitari lubang hitam? Interstellar adalah tontonan yang pas, untuk mereka yang masih punya nalar dan tentunya setelah film usai akan muncul banyak pertanyaan yang menggelitik. Selamat menonton!

NB: Segudang cuplikan-cuplikan video all about Interstellar, enjoy!

5 thoughts on “Interstellar (2014/US)

  1. Pingback: Ada Apa dengan Cinta 2014: Reuni ala LINE | zerosumo

  2. Pingback: 8 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Lagi Interstellar | zerosumo

  3. Pingback: A Serious Review: Interstellar (VLog Review Eps.1) | zerosumo

  4. Pingback: Ketika Christian Bale Cemburu Pada Batman Baru | zerosumo

  5. Pingback: Inilah Film-Film yang Masuk Nominasi Academy Award Tahun 2015 | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s