Rampage: Capital Punishment (2014/US)


Rampage: Capital PunishmentZerosumo.net – Lima tahun yang lalu Uwe Boll pernah membuat film yang berjudul Rampage. Saya pikir film itu akan seperti koleksi film-film super ngaconya dia, secara Uwe Boll itu terkenal dengan ‘king of bad movies’, especially movie based on video game. Bahkan Uwe Boll pernah membuat salah satu video game kesukaan saya, Dungeon Siege, menjadi sebuah film yang sangat “meh!”. Intinya, sutradara berdarah Jerman ini memang senang membuat film-film adaptasi game yang ngaco dan berkualitas dibawah rata-rata. Tapi tidak dengan Rampage yang rilis lima tahun lalu, untuk standar Uwe Boll, Rampage cukup mengejutkan saya karena tidak disangka dia bisa membuat film thriller action bernuansa kelam yang cukup oke dan cukup membumi. Saya tidak becanda, Rampage itu mungkin salah satu karya Uwe Boll yang masih worth to watch. Makanya saya tidak ambil pusing lagi ketika melihat sekuel dari film ‘one-man-massacre’ itu rilis tahun ini dengan judul Rampage: Capital Punishment, saya langsung menontonnya! Apakah Uwe Boll serius menggarap sekuelnya ini atau ia hanya kehabisan ide lagi untuk menggarap film yang ‘agak’ diatas rata-rata kualitasnya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa beragam, tapi lewat Rampage: Capital Punishment, kita sebagai penonton masih akan mengikuti aksi Bill Williamson (Brendan Fletcher) yang lima tahun lalu membantai warga kotanya sendiri di pusat kota dengan setelah full armor. Kali ini Bill Williamson sudah makin terlihat gila, ia sudah mempunyai banyak follower di dunia maya lewat aksi gilanya itu, dan sekarang Bill berencana untuk menyerang sebuah stasiun televisi demi menyebarluaskan pemikiran ekstrim anti sosialis kapitalisnya itu ke khalayak lebih banyak lagi. Rampage: Capital Punishment sudah tidak memperlihatkan lagi perkembangan psikologis Bill lebih mendalam, lebih kepada aksi dan pesan yang sudah ia rumuskan jauh-jauh hari dan rencana gilanya untuk menyekap satu stasiun televisi dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya, tapi apakah hanya itu saja yang akan dilakukan Bill? Membunuh dan terus membunuh?

Rampage: Capital PunishmentSaya takut Uwe Boll jadi ‘latah’ gara-gara film Rampage-nya sendiri, kalau secara kualitas, sekuelnya ini tidak lebih bagus dari film pertamanya, tapi bukan berarti sekuelnya ini murni sampah, hanya saja Uwe Boll nampaknya terlalu pretensius dalam membangun karakter Bill Williamson ini ke level yang lebih gila. Istilahnya apa yang dilakukan Uwe Boll di Rampage: Capital Punishment ini terlalu ‘preachy’, terlalu banyak jargon-jargon anti kapitalis barat yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh kepada aksi Bill yang pada awalnya itu murni suicidal dan karena termotivasi oleh ketidaksukaannya pada kehidupan sosial yang notabene ‘ya itu-itu lagi’. Lewat sekuel berdurasi 90 menit ini, wejangan Bill dari soal aktualisasi diri malah makin melebar ke tatanan sosial yang lebih luas, menyerempet aspek-aspek ekonomi dan politik serta hal-hal yang sebenarnya saya tidak mau tahu dan masa bodoh dengan hal-hal tersebut.

Rampage: Capital PunishmentMungkin Uwe Boll berpikir jika membawa aksi Bill Williamson ke skala lebih besar otomatis akan membuat tontonannya jadi lebih asyik juga, tapi hal tersebut tidak selamanya berlaku. Sebenarnya yang membuat Rampage lima tahun lalu menarik di mata saya adalah pengembangan karakter Bill Williamson yang dibangun secara perlahan dan motif dibaliknya itu, sampai akhirnya terjadi pembantaian random. Tapi sayang di Rampage: Capital Punishment ini Bill Williamson lebih beraksi bak seorang anti-hero nanggung, apalagi dengan banyaknya wejangan kebencian yang ia lontarkan pada semua hal. Akhirnya Rampage: Capital Punishment menjelma menjadi sebuah tontonan medioker saja yang menceritakan aksi penyanderaan yang diselingi banyak pembunuhan, niche di film pertamanya sudah tidak terlihat lagi. But, this movie still watchable, tapi kalau Uwe Boll berpikir untuk membuat sekuelnya lagi, saya mungkin akan mempertimbangkan lebih jauh apakah saya akan menonton aksi Bill Williamson lagi atau tidak. Well, watch it if you want or if you have a plethora free time, he-he.

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s