The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014/US)


The Hunger Games MockingjayZerosumo.net – Selamat hari The Hunger Games! Tapi sayangnya, The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 yang kemarin saya tonton ini mengidap ‘penyakit’ Harry Potter. Layaknya Deathly Hallows yang dibagi dua bagian, bagian pertama dari film yang masih mengisahkan perjuangan Katniss Everdeen itu tidak semenarik film keduanya yang masih enak untuk saya tonton. Kalau bicara akhir trilogi yang dibagi-bagi memang mengesalkan, karena Hollywood memang pintar cari duit dari cara seperti ini, membagi-bagi film entah menjadi berapa bagian yang tujuannya hanya satu, yaitu meraih profit yang cukup banyak tanpa memikirkan bagaimana cerita di filmnya itu sendiri berkembang. Beruntung The Hobbit yang sebenarnya super mubazir karena harus sampai dibuat tiga film dari satu buku 300 halamannya yang tipis itu masih enak untuk diikuti, tapi entah kenapa The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 ini sangat tidak asyik untuk diikuti karena tidak ada aksi yang berarti di dalamnya.

The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 menceritakan apa yang terjadi dengan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) ketika di film sebelumnya ia menghancurkan medan pelindung dengan panahnya yang super sakti (fuck gravity, bro!). Tanpa sengaja, aksi Katniss yang terlalu heroik itu memicu pemberontakan di semua distrik terhadap Presiden Snow (Donald Sutherland) di Capitol. Sekarang Katniss berada dalam lindungan distrik 13 yang dipimpin oleh Presiden Alma Coin (Julianne Moore). Semua distrik di Panem hancur lebur paska pertandingan terakhir The Hunger Games, sekarang semua distrik siap berperang dan Katniss adalah simbol dari pemberontakan. Sayangnya, Katniss masih mempunyai rasa iba pada Peeta (Josh Hutcherson) yang kini telah menjadi antek-antek Capitol, tapi apakah semua itu hanya propaganda Presiden Snow untuk menghancurkan Katniss dan semua distrik yang ada di Panem? Yang jelas, Mockingjay bagian pertama merupakan film yang terlalu banyak propaganda.

The Hunger Games MockingjaySaya tidak bercanda soal propaganda, kalau mau dirangkum ulang, The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 lebih menceritakan bagaimana caranya distrik 13 membuat propaganda yang efektif untuk mempengaruhi distrik lain berperang melawan Capitol. Caranya adalah dengan merekam Katniss melakukan aksi heroik berkali-kali dan menyebarkannya lewat jaringan yang diretas oleh Beetee (Jeffrey Wright). Setelah syuting propaganda selesai, mereka pun kembali bersembunyi di distrik 13 menanti kepastian, dan itulah yang terjadi sepanjang 120 menit film ini berjalan. Saya tidak mau bilang jelek, tapi entah apa yang bisa membuat Mockingjay ini menarik sampai harus dibagi dua film, kenapa tidak langsung berikan pemberontakan yang kita inginkan? Why wasting time for another drama like this? The answer is simple, because of the money, bro!

The Hunger Games MockingjayTidak tahu menahu dan tidak mau tahu apa bukunya semenarik Mockingjay di filmnya, yang jelas The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 ini tidak begitu asyik untuk ditonton apalagi kalau anda bukan penggemar bukunya. Satu-satunya yang menarik dari film yang masih ditangani oleh Francis Lawrence itu adalah soundtracknya Lorde yang mengalun asyik di closing credit. Oiya, satu lagi yang menarik, adanya Natalie Dormer yang memerankan Cressida, dengan potongan rambut gaya Skrillex-nya itu doski cukup ‘membuka’ mata saya yang sudah mau tertutup ketika menonton The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 malam-malam di bioskop dengan AC super dingin pula. Rasanya ingin cepat di-skip ke bagian akhirnya saja, semoga penantian setahun nanti tidak akan sia-sia seperti sekarang. Well, tadinya saya ingin memberi rating sama seperti film The Hunger Games pertama, tapi karena ada Natalie Dormer dan soundtrack by Lorde (FYI, doski satu-satunya musisi termuda yang pernah membesut lagu soundtrack untuk sebuah film di Hollywood) saya pun berbaik hati kali ini. Enjoy your Hunger Games, but if you’re not enjoying it, don’t blame me.

Rating: 3/5

11 thoughts on “The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014/US)

  1. Well
    saya agak tidak sependapat dengan review yang tertulis, sebagai pembaca setia trilogi karya Suzanne Collins ini justru The Hunger Games: Mockingjay part 1 inilah yang paling “menyempurnakan” cerita bukunya. Keputusan untuk membagi film akhirnya menjadi dua bagian memang dirasa perlu karena semua bagian dalam novel hanya dari satu point of view si Katniss Everdeen saja, bahkan ada beberapa bagian yang tidak ada di buku tetapi digambarkan dalam film dengan sangat emosional. Saya juga menebak pasti bagian yang akan di “cut” pasti bagian yang itu, dan Mockingjay part 1 ini lebih fokus pada misi penyelamatan Peeta, flashback dengan seri sebelumnya, dan memberi gambaran kehidupan Panem dengan aturan President yang jahat dan licik.
    Memang tidak semenarik Catching Fire tetapi Mockingjay part 1 tumbuh dewasa dan cerdas di setiap tingkatan, pesan dari apa yang tertuang dalam buku mengenai industri pertelivisian saat ini denga relity show, politik, bahkan dampak buruk perang terhadap masyarakat terutama anak-anak sangat didapat.
    Mudah-mudahan bagian kedua tahun depan bisa menjadi klimaks yang baik karena akan lebih banyak baku hantam dan jedor jedor senapan, bom, makhluk ganas ciptaan Caitol (Mutt).

    Like

    • Sebelumnya terima kasih nih Yoni udah mau ikut memberikan sedikit insightnya sebagai penggemar buku The Hunger Games, hehe.

      Saya pribadi sih memang kurang puas karena ekspektasi saya mungkin terlalu tinggi yah, asal tau aja, film pertamanya tuh bener bener gak seheboh dan semenarik para kritikus bilang, kemudian pas catching fire muncul, saya mulai tertarik karena nampaknya pacenya dibangun lebih baik dengan intensitas yg lebih tinggi.

      Nah, masalahnya, pace tersebut pas bagian ketiga ini diturunin lagi, itu yang bikin saya gak sreg gitu karena saya pikir bakal lebih intens, tapi nyatanya tidak, dan itu bukan berarti jelek yah.

      Satu hal sih, saya mungkin emang gak baca bukunya, tapi hal itu gak sepenuhnya salah, karena film adalah film, sedangkan buku adalah buku, saya nonton LOTR tanpa baca bukunya tetep tuh seru, sama halnya kayak saya nonton Watchmen, udah nonton film itu saya malah jadi pengen baca komiknya.

      Intinya, gimana cara si sutradara menterjemahkan isi buku ke medium film, karena film itu konsumsi umum, bukan konsumsi khusus para pembaca buku A atau buku B. Jadi kalau mau dibilang mockingjay part 1 ini lebih fokus ke misi penyelematan Peeta pun saya gak ngerasain serunya, soalnya tim Gale dkk masuk terus tiba2 udah balik aja tanpa diperlihatkan showdown yg terjadi di capitol, setidaknya Francis Lawrence ngasih teaser lah buat nanti part 2-nya bakal sekeren apa tapi bukan berarti part 1-nya harus dibikin lembek mentang-mentang penggemar buku The Hunger Games banyak dan pasti bakal nonton filmnya.

      Saya lebih menyayangkan sikap Hollywood disana aja sih kalo memang bisa bikin satu buku dibagi 10 film kalo bener sih bikinnya saya juga gak akan protes, tapi kalo dibagi karena alasan ingin lebih detail tapi mengesampingkan kebutuhan hiburan para penggemar film pada umumnya saya pikir hal itu gak asyik juga.

      Hanya sebatas unek2 aja sih kalau tren membagi dua film di akhir trilogi itu udah terlalu gak efektif kalo emang gak bisa dikemas dengan baik.

      Tapi saya pasti bakal menonton film terakhirnya dong, karena mungkin itu yang saya tunggu kalo memang seri The Hunger Games ini layak untuk ditonton apalagi saya baru tau kalo nanti bakal ada makhluk ganas ciptaan capitol seperti kata Yoni, well, semoga penantian setahun lagi terbalas yah, we’ll see.

      And thanks for sharing😀

      Like

  2. its all about the money, its all about dam dam daradamdam, i dont think its funny. hahhaa
    meja bro meja. belum nonton, dan kalo pun nonton pasti hasil donlot, atau hasil rampok dari harddisk kamu yah bro hahahha

    Like

    • Ya itu dia, pilihan anda kalau mau donlod atau nonton di bioskop, apalagi kalo anda biasa baca buku si buta dari goa hantu mungkin mockingjay ini kurang masuk ke selera anda. Ditunggu aja yah nanti di rumah, hahaha😀

      Like

  3. Wah, I definitely agree with this. Mungkin salah saya juga sih karena berekspektasi terlalu tinggi sama film ini, hihi. Saya juga belum baca bukunya, mungkin nanti akan saya baca setelah semua film Hunger Games release. For me, Mockingjay Part 1 ini gak ada klimaksnya dan yang membuat film ini selamat dari keterpurukan adalah JLaw..thought this movie is nothing without her. Saya baru berasa asyik di film ini kalo JLaw sudah pegang arrownya, sudah nangis2, sudah marah2..that what makes me ‘alive’😀

    Like

    • Yep, gak sedikit lho yang berpikiran seperti ini, ekspektasi mungkin terlalu tinggi tapi nyatanya filmnya sendiri agak lembek, itu yg bikin mockingjay part 1 agak gimanaaa gituh.

      Ya itulah dia, JLaw masih the hottest artist in hollywood right now, gak ada dia ya entah mau gimana ini jadinya film. Sekarang sih kita menanti aja film terakhirnya taun depan (dan masih sangat lama) hahaha…

      Like

  4. jadi gini, ceritanya udah males nonton pake part-part begini. eh ternyata si doi ngajakin nonton. yaudah nonton deh, berhubung juga ngikutin film pertama dan kedua. oke. nonton… setengah jam pertama, mencoba mencari-cari, mencoba menebak dan menerka (ahelah…). setelah setengah jam pertama, pasrah ajadeh sama ceritanya. pengen cepet-cepet keluar & cukup baca review atau baca alur ceritanya di wiki. haha. ini film gak jelek, tapi terlalu ‘wah’ kalo dibilang lumayan.

    penyelamat film ini udah pasti aktingnya JLaw, pokokna luar biasa!

    sekian opini setengah curhat dari saya. :p

    Like

    • Haha ya begitulah, memang mau dikata apalagi, part part begini tuh emang bikin kentang banget sih apalagi buat orang yg gak pernah baca bukunya, tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, kita ketemu lagi di part 2 taun depan😉

      Like

  5. Pingback: God’s Pocket (2014/US) | zerosumo

  6. Klo aku sih kecewa banget, keliatan banget cuma ngejar duit, yang pasti klo nonton the hungergame expecasi ada action dengan strategi yang mantap, tapi ni dibuat 2 part, kebanyakan ngomongnya, jadi film drama gak jelas….

    Like

    • Hehe, emang kok, profit emang dicari selalu, dan gw juga merasakan hal yg sama pas nonton part 1 ini. ya mau gmana lagi, tinggal nunggu part 2-nya aja ntar akhir taun😉

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s