God’s Pocket (2014/US)


God's PocketZerosumo.netGod’s Pocket merupakan salah satu dari sekian film terakhir yang dibintangi oleh almarhum Philip Seymour Hoffman tahun ini. Saya pun termasuk orang yang menanti film yang masuk nominasi Grand Jury Prize di Sundance Film Festival tahun 2014 itu. Disutradarai oleh aktor kawakan John Slattery, God’s Pocket menjadi film debutannya yang surprisingly diisi oleh aktor dan aktris kenamaan. Selain nama almarhum Philip Seymour Hoffman, masih ada John Turturro, Richard Jenkins, Eddie Marsan sampai Christina Hendricks. Tapi apakah mereka itu jaminan kalau God’s Pocket bisa menjadi suatu tontonan yang menarik? Bagi saya, God’s Pocket bagaikan film John Slattery yang ‘mencoba’ menjadi Coen Brothers. Dark comedy yang surprisingly walau tidak terlalu ‘wah’ tapi cukup menghibur saya dengan durasinya yang hanya 90 menit itu.

Cerita film God’s Pocket sendiri agak belibet di awal. Sebagai penonton kita akan diperkenalkan dengan apa sih itu God’s Pocket? God’s Pocket merupakan sebuah kawasan kelas pekerja menengah di daerah Philadelphia, banyak yang bilang orang yang lahir disana tidak jauh-jauh dari yang namanya tindakan kriminal dan kekerasan, tidak terkecuali Leon (Caleb Landry Jones) anak dari sepasang suami istri bernama Jeanie (Christina Hendricks) dan Mickey (Philip Seymour Hoffman). Leon menemui ajalnya ketika ia dihajar oleh pria tua di pabrik, tapi pihak pabrik menyembunyikan penyebab kematian Leon karena ia sendiri bukanlah orang suci seperti yang anda bayangkan. Anda akan tahu seberapa gilanya Leon ketika menonton film ini nanti.

Paska kematian Leon, Jeanie dilanda shock, sementara Mickey yang memang sang ayah tiri berusaha untuk mengurus kematian Leon dengan cara apapun. Seperti tetap bekerja dengan rekannya, Bird (John Turturro) untuk terus ‘mengutil’ persediaan daging orang lain, sampai akhirnya berjudi di pacuan kuda menggunakan uang sumbangan untuk pemakaman Leon. Semua hal dilakukan Mickey untuk mengurus prosesi pemakaman Leon sampai menyuruh orang untuk menyelidiki penyebab kematian Leon sebenarnya. Sampai akhirnya cerita kematian Leon tercium oleh jurnalis senior bernama Shellburn (Richard Jenkins) yang ternyata ada mau juga dengan istri Mickey yang masih hot.

God's PocketIntinya, ketika menonton God’s Pocket saya langsung teringat dengan film-film ironis ala Coen Brothers. Mengedepankan tragedi dan membuatnya menjadi bahan tertawaan dengan sentuhan yang kelam. Setidaknya itulah yang berusaha ditunjukan John Slattery ketika menggarap film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Peter Dexter ini. Kalau boleh dikata sih saya menikmati setiap menitnya God’s Pocket. Walau memang akting para aktor dan aktris kenamaannya terasa tidak terlalu spesial, tidak ada yang terlalu menonjol bahkan almarhum Philip Seymour Hoffman pun berakting layaknya orang yang sudah tidak terlalu peduli dengan kematian anak tirinya.

God's PocketTapi jangan salah, diluar semua drama misunderstanding yang terjadi selama film ini berjalan tidak sedikit kekerasan yang ditampilkan dengan cukup cantik oleh John Slattery, seperti ketika mantan bos Leon di pabrik mencongkel mata salah satu bodyguard rekan Bird. Salah satu scene yang cukup shocking sekaligus kocak dan makin mengingatkan saya pada film-film Coen Brothers. At least dengan latar belakang suatu kawasan kelas menengah di ‘Murica, cerita God’s Pocket jadi makin relate karena lewat perspektif Shellburn kita secara tak langsung diajak untuk berkenalan dengan kondisi sosial yang biasa terjadi disana, walau pada dasarnya Shellburn memang kurang ajar juga, karena dengan reputasinya ia bisa beraksi bak selebriti yang bisa mendapatkan wanita manapun.

Sederhana dan menarik, setidaknya dua kata itu yang bisa menggambarkan film God’s Pocket. Walau tidak terlalu ‘wah’ dan memorable, tapi sebagai film debutan John Slattery patut diacungi jempol. Tidak aneh film ini bisa bersaing di ajang Sundance Film Festival untuk kategori bergengsi seperti Grand Jury Prize. So, kalau anda penasaran dengan akting terakhir almarhum Philip Seymour Hoffman, God’s Pocket wajib dilirik, karena aktingnya disini mungkin lebih worth it ditonton dari keseluruhan film The Hunger Games, ha-ha. Enjoy!

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s