Stand by Me Doraemon (2014/Japan)


Stand by Me DoraemonZerosumo.net – Selain hari hak asasi manusia sedunia, tanggal 10 Desember 2014 kemarin juga merupakan hari rilisnya film animasi terakhir Doraemon yang berjudul Stand by Me Doraemon. Oke, saya tidak akan berbicara panjang lebar soal karakter legendaris manga Jepang yang satu ini. Saya jamin 99% pembaca blog sederhana saya pasti tahu betul dengan yang namanya Doraemon, robot kucing dari abad 22 yang dikirim ke masa lalu dimana ia harus membantu Nobita, seorang bocah pemalas, bodoh, payah dan semua hal konyol yang dimilikinya, untuk menjadi seorang bocah yang berarti dan berguna bagi masa depan. Karena film ini juga memperingati 80 tahun usia sang pencipta dan juga penulisnya, yaitu Fujio F. Fujiko, maka Stand by Me Doraemon dirilis dalam bentuk animasi 3D yang lebih kaya akan tekstur dan detail, bahkan filmnya pun bisa anda tonton secara 3D dan hanya tayang di bioskop Blitzmegaplex dan Cinemaxx saja lho di Indonesia, jadi jangan harap anda bisa menyaksikan kisah si kucing robot ini di “bioskop-bioskop kesayangan anda”, ha-ha.

Tapi kalau bicara Doraemon itu selalu berkaitan dengan yang namanya nostalgia, bagaimana tidak? Saya sudah kenal karakter ini semenjak tahun 90-an, menemani saya tumbuh besar lewat film kartun animasi 2D-nya yang sederhana setiap hari Minggu jam delapan pagi sampai akhirnya saya mengkoleksi semua komiknya dari jaman harga komik masih Rp 3.500 sampai sudah diatas Rp 10.000 dan akhirnya semua komik hilang tak tersisa entah karena dipinjam atau jatuh dimanapun saya sudah tak paham lagi. Tapi yang jelas, makin saya mengingat Doraemon, makin saya mengingat masa kecil saya dan itulah yang membuat karakter Doraemon selalu menjadi karakter yang spesial dan personal di hati saya yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan mungkin sudah lebih sering melihat alat-alat ajaib fiksi yang sudah bukan keluar dari kantong ajaib Doraemon lagi.

Stand by Me DoraemonCerita dari film Stand By me Doraemon ini pun terbilang cukup sederhana, tidak ribet dan sama sekali tidak mengejutkan bagi anda yang sudah pernah membaca semua komiknya. Ya, plot cerita di film berdurasi kurang lebih 90 menitan ini diambil dari semua chapter paling memorable di komiknya, tak lupa dilengkapi dengan tiga chapter krusial yang pasti anda pernah baca di komiknya. Dari mulai kedatangan Sewashi, cucu dari Nobita di masa depan, dengan Doraemon ke masa lalu dimana Nobita masih menjadi anak SD yang hopeless, kemudian dimana Nobita dan Doraemon pergi ke masa depan untuk memastikan bahwa Shizuka lah yang akan menjadi istrinya dengan serentetan usaha konyol sekaligus mengharukan untuk mendapatkan hati Shizuka di masa depan dan diakhiri dengan perpisahan Doraemon dan Nobita karena saat itu akhirnya Nobita bisa melakukan semuanya tanpa bantuan Doraemon.

Stand by Me DoraemonYa, sang sutradara Ryuichi Yagi dan penulis skenario Takashi Yamazaki berhasil mengumpulkan chapter-chapter memorable yang pernah terjadi dalam komik Doraemon dan merangkumnya menjadi satu kesatuan film panjang yang mungkin bisa menjadi intisari dari keseluruhan cerita petualangan yang pernah dialami Nobita dan Doraemon serta karakter-karakter lainnya dari mulai Shizuka, Giant, Suneo, Dekisugi, Jaiko, pak guru hingga ayah dan ibu Nobita itu sendiri. Menonton Stand by Me Doraemon itu bagaikan mengendarakan mesin waktu Doraemon yang tersembunyi di laci meja belajar Nobita, mengajak saya untuk membuka lagi memori lama betapa petualangan mereka bisa membuat saya tertawa bahkan terharu karena alat-alat ajaib Doraemon dan kelakuan ‘antik’ Nobita dkk. Tapi Stand by Me Doraemon juga mengajak saya untuk merenung dan intropeksi lewat plot time travel paradoksnya.

Stand by Me DoraemonJustru momen yang paling mengharukan bagi saya di film Stand by Me Doraemon bukanlah ketika Doraemon harus berpisah dengan Nobita (dan akhirnya bertemu lagi, spoiler!) tapi yaitu ketika Nobita ingin tahu apakah Shizuka lah yang menjadi jodohnya di masa depan. Momen Shizuka yang tiba-tiba tidak ingin menikah dengan Nobita karena tidak tega meninggalkan ayahnya cukup membuat saya terhenyak, dan saya makin terhenyak ketika ayahnya meyakinkan bahwa Shizuka harus tetap menikah dengan Nobita karena salah satu alasannya yang sangat menyentuh sekaligus ‘menampar’ saya secara personal. Intinya, kelebihan dan kekurangan manusia selalu dapat digambarkan dengan cara yang paling sederhana oleh Fujio F. Fujiko lewat karakter Doraemon, selalu ada momen-momen transedental yang bisa disampaikan dengan bahasa yang paling sederhana sekalipun, salah satunya seperti chapter Shizuka tersebut, chapter dimana hubungan cinta, keluarga dan masa depan adalah sesuatu yang penuh dengan kejutan dan memang seharusnya tidak pernah diketahui oleh siapapun. Tapi lewat Doraemon dan petualangannya bersama Nobita, saya sebagai penonton dan pembaca komik setianya jadi sadar bahwa semua kejutan dan petualangan tanpa batas itu selalu menunggu kita di ujung jalan sana, sesuai dengan aksi kita di masa kini.

Stand by Me DoraemonBisa panjang lebar kalau saya menulis tentang perasaan saya tentang Doraemon dan sejuta kenangannya. Beruntung film Stand by Me Doraemon hadir di saat yang tepat, hadir sebagai kenangan yang tidak pernah berakhir sekaligus pemicu semangat yang rasanya sangat personal sekali bagi saya pribadi. Mungkin kalau dulu saya sangat terkagum-kagum dengan alat-alat buatan Doraemon ketimbang petualangannya mengarungi waktu, tapi sekarang saya jadi lebih memperhitungkan waktu, masa lalu dan masa depan. Hal-hal tersebutlah yang membuat Doraemon selalu menjadi karakter yang tidak akan pernah lekang oleh waktu, keajaibannya sudah mempengaruhi saya hampir dua dekade lamanya. Sebuah karya lintas generasi yang sangat patut diapresiasi dan animasi 3D-nya di Stand by Me Doraemon sangat berkelas dan memanjakan mata sekali, satu-satunya elemen dasar yang bisa membuat saya tetap terpana dengan karakter yang biasa hadir dalam format 2D sederhana itu. Wajib tonton bagi anda pecinta Doraemon, apalagi kalau anda sudah mengikuti rekam jejak karakter ini sedari bocah sampai dewasa sekarang. MUST SEE!

Rating: 4/5

13 thoughts on “Stand by Me Doraemon (2014/Japan)

  1. Hmm, ini bukan film Doraemon terakhir sih, tau depan ada lagi. Tapi emang sebagai film yang gabungin chapter-chapter krusial itu film ini sukses berat. Seperti review di blog ini, poin dari saya juga 4/5 bintang. Kereen!

    Like

    • Oh gitu toh, baru tau saya juga, soalnya kan materi promotional film ini bilang kalau ini bakal jadi film animasi panjang terakhir doraemon, kalo emang film lainnya muncul kayaknya beda company kali yah atau entahlah. Kalo ada infonya yang bilang tahun depan bakal ada film doraemon lagi boleh dong di share, hehe…

      Yang jelas, stand by me doraemon ini cukup okelah buat nostalgia, jadi pengen baca komiknya lagi malah dimana petualangannya seru2 gila, hehe.😀

      Like

  2. Di cerita “stad by me” waktu nobita ketemu nobita dewasa.. si nobita dewasanya liat kearah doraemon yg lagi tiduran di taman…
    nobita muda: mau ku panggilkan doraemon?
    nobita dewasa : tidak,, jangan
    nobita muda: kenapa?
    nobita dewasa: doraemon adalah teman masa kecilku..hargai waktumu bersama ya..(mata berkaca)
    yg mau aku tanyain….doraemon di masa depan masih ada atau tidak?

    Like

    • Menurut saya sih di masa depan Doraemon udah gak ada jelas, karena dia cuma menemani nobita sampai bisa mandiri.

      Nah soal endingnya yang doraemon bisa dateng lagi ke masa nobita masih kecil sih itu pengecualian kayaknya, lagipula kan kita juga gak dikasi tau lagi kedepannya doraemon cuma datang waktu nobita minum cairan yang bisa bikin boong jadi kenyataan atau nggak. Itu sih biar menambah rame aja, hehe.

      Tapi kalo menurut saya sih, doraemon emang cuma stay sampe nobita mandiri dan sudah menemukan kebahagiaannya, hehe.

      Like

      • klw kata aku dimasa depan doraemon tetap ada, hanya sudah tidak terikat lagi dengan kehidupan nobita. bakal seru banget ya klw ada animasi spin off kehidupan doraemon di masa depan yang sudah tidak dimintakan tolong saja sama nobita

        Like

      • Ya betul bisa jadi tuh, tapi mungkin esensi doraemon kan segmennya buat anak2, jadi wajar aja kalo pas nobita dewasa dia udah gak disorot lagi, karena kita kan pasti akan tumbuh dewasa dan hidup mandiri pada akhirnya. hehe.

        Daripada spin-off gimana kalo prekuel, saya sih lebih penasaran era sebelum doraemon ketemu nobita, haha.

        Like

      • udah ada ya prekuel soal itu. versi kartun tapi. dari cerita soal dia yang awalnya warna kuning, kupingnya kepotong dan lain-lain. dan kurang panjang memang, setengah jaman. stand by me juga ada versi 2D nya, setengah jam juga. mirip ceritanya, cuma gak ada sesi nobita dan masa depannya dengan shizuka

        Like

      • Oiya prekuel yang doraemon masih warna kuning gw juga pernah liat, nah maksudnya itu kalo dikupas lebih panjang lagi kayaknya seru yah, haha.

        Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s