Exodus: Gods and Kings (2014/US)


exodus gods kingsZerosumo.net – Setelah badai serotonin yang disebabkan film Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh, saya kemudian melanjutkan untuk menonton film badai azab Tuhan yang berjudul Exodus: Gods and Kings karya Ridley Scott. Tapi sayang bukan badai azab saja, tapi ‘badai celaan’ juga menghampiri film berdurasi sama panjangnya dengan film Supernova, yaitu dua setengah jam. Bagi saya pribadi, Ridley Scott belakangan ini hanya mementingkan visual mungkin, entah kenapa ceritanya sendiri kurang greget, apalagi film biblical seperti ini selalu mendapat perhatian soal keakuratannya dari banyak orang juga. So, apakah Exodus: Gods and Kings itu oke? Menurut saya sih tidak jelek, tapi sayang tidak sesuai ekspektasi yang saya kira bakal seperti film Ridley Scott yang mungkin bertema mirip-mirip, yaitu Kingdom of Heaven.

Cerita film Exodus: Gods and Kings ini adalah cerita tentang Nabi Musa versi ‘Murica tentunya. Alkisah Raja Firaun di Mesir bernama Seti (John Turturro) mempunyai seorang anak lalim yang bernama Ramses (Joel Edgerton). Hingga akhirnya Ramses berkuasa menjadi raja Mesir selanjutnya, didampingi sang jendral yang selalu setia bernama Moses (Christian Bale). Tapi sayangnya, Moses menemukan kebenaran yang bisa membuat sikap Ramses berubah, ternyata Moses adalah orang Yahudi yang notabene orang Yahudi itu jajahan orang Mesir. Maka setelah Ramses mengetahui Moses merupakan orang Yahudi, ia pun mengasingkan Moses ke dunia luar, jauh-jauh dari Mesir. Tapi, beberapa tahun kemudian Moses kembali ke Mesir untuk memperingatkan Ramses karena akan ada azab Tuhan yang menyapu seluruh kerajaannya hingga akhirnya diakhiri dengan peristiwa membelah Laut Merah yang terkenal itu.

exodus gods kingsDiluar keakuratan dan keyakinan tiap agama untuk memahami kisah Nabi Musa, film ini sebenarnya tidaklah begitu jelek untuk ukuran film yang memberikan interpretasi Nabi Musa versi Ridley Scott. But it’s always about visual, harus diakui dari segi teknis dan visual film Exodus: Gods and Kings masih membuktikan kalau Ridley Scott itu adalah sutradara yang berkelas di Hollywood, tapi dari segi penceritaan, menonton film ini reaksi saya sama seperti ketika menonton Prometheus. Sudah digembar-gemborkan sebagai film yang ‘megah’ tapi sayang kemegahannya tidak sampai plot cerita yang sangat standar dan kurang berkembang di beberapa bagian.

exodus gods kingsKonflik antara Ramses dan Moses yang berakhir pada pengasingan pun terasa terburu-buru dan tidak terlalu emosional bagi saya yang menontonnya. Mungkin karena durasinya juga yang panjang dan cukup dijejalkan semua peristiwa-peristiwa yang terjadi selama kisah Moses mendapat wahyu dari sang ‘messenger’ yang entah kenapa harus berwujud anak kecil. Setelah itu, film ini berjalan layaknya film-film disaster movie yang terjadi ketika jaman kerajaan Mesir, stunning visual and so on but lack of the charisma. Karakter yang paling menonjol pun memang hanyalah Christian Bale yang berperan menjadi Nabi Musa versi Ridley Scott, sedangkan Joel Edgerton sukses menjadi Ramses yang menyebalkan tapi masalahnya, film ini dihuni banyak aktor dan aktris papan atas yang tidak begitu berpengaruh.

exodus gods kingsAda Sigourney Weaver dan Ben Kingsley sampai John Turturro, tapi peran mereka di film ini seperti butiran debu yang tertiup badai jangkrik ala Exodus: Gods and Kings. Yang mengagetkan tentunya Aaron Paul yang sukses besar lewat serial Breaking Bad, kehadirannya sebagai tokoh minor, yaitu Yoshua dapat dikatakan ‘hit and miss’ di film sebesar Exodus: Gods and Kings. Entah kenapa di satu sisi saya senang melihat Aaron Paul hadir di film-film besar lain tapi entah kenapa talent dia sebagai seorang aktor terbuang percuma disini karena bisa saja digantikan oleh aktor biasa-biasa saja bukan aktor yang sedang naik daun. Intinya, Exodus: Gods and Kings hanyalah ‘two men show’, yaitu Christian Bale dan Joel Edgerton, sisanya tidak begitu memorable juga kok.

Well, lalu apakah film ini layak ditonton? Saya akan menjawab layak tapi jangan harap anda akan mendapatkan kepuasaan atau jawaban tentang Nabi Musa versi anda di film Exodus: Gods and Kings. Lewat film biblical ini, setidaknya anda dapat menyaksikan petualangan seorang pria bernama Moses di daratan Mesir dan bagaimana caranya ia membuat orang-orang Mesir untuk bertobat karena terlalu lama menjajah orang Yahudi, tidak kurang tidak lebih. So, bagi yang ingin menonton film ini di bioskop, silakan saja tonton, tapi bagi yang tidak mau ya tidak masalah juga sih. Saya personal lebih enjoy menyaksikan ini daripada film Noah, at least secara visual saya lebih enjoy. Exodus: Gods and Kings is not bad, but unfortunately not that great too, bro.

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s