Pendekar Tongkat Emas (2014/Indonesia)


Pendekar Tongkat EmasZerosumo.netPendekar Tongkat Emas bisa jadi pemicu untuk para filmmaker Indonesia agar berani mendobrak ‘zona aman’ ketika memproduksi film yang bergenre itu-itu saja. Lewat Miles Film, Pendekar Tongkat Emas menjadi ‘angin segar’ di industri perfilman Indonesia tahun 2014, dengan genre silat klasiknya ala film-film silat jaman dulu, Mira Lesmana dan Riri Riza berani menggelontorkan dana sebanyak 20 miliar untuk mewujudkan film Pendekar Tongkat Emas yang disutradarai oleh Ifa Ifansyah yang sebelumnya sukses membesut film Sang Penari. Belum lagi film silat berdurasi kurang lebih dua jam ini diisi oleh jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia yang tidak sedikit sebagian dari mereka merupakan idola generasi muda saat ini. Tapi apakah Pendekar Tongkat Emas worth to watch sebagai satu-satunya film silat Indonesia yang rilis tahun 2014?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kita akan berkenalan dengan seorang jago silat bernama Cempaka (Christine Hakim) yang selalu berbicara kalau dunia persilatan itu bagaikan lorong gua yang panjang. Cempaka merupakan pendekar tongkat emas terakhir yang ingin mewariskan tongkat emas miliknya kepada keempat muridnya yang sudah makin dewasa. Ada Biru (Reza Rahadian), murid Cempaka yang paling besar, disusul Gerhana (Tara Basro), kemudian Dara (Eva Celia) dan Angin (Aria Kusumah). Tapi sayang, Biru dan Gerhana ‘gelap mata’ dan berusaha merebut tongkat emas milik Cempaka yang sudah diwariskan ke Dara dan Angin. Maka Dara dan Angin berusaha lari dari kejaran Biru dan Gerhana, sambil mencari sosok Naga Putih (Darius Sinathrya) yang katanya orang terakhir yang bisa mengajarkan jurus tongkat emas melingkar bumi yang terkenal itu. Tapi dalam pelarian tersebut Dara dan Angin diselamatkan sosok misterius bernama Elang (Nicholas Saputra), lalu apakah tongkat emas dan jurus pamungkasnya bisa segera dikuasai Dara untuk mengalahkan Biru dan Gerhana?

Pendekar Tongkat EmasUntuk menjawab pertanyaan di atas, anda harus menonton filmnya langsung, tapi untuk menjawab pertanyaan sebelumnya, apakah Pendekar Tongkat Emas itu worth to watch? Saya akan menjawab worth to watch, tapi sayang, dengan bujet spektakuler dan keberanian Miles Film untuk memproduksi film silat yang menjadi ciri khas industri perfilman Indonesia sedari dulu bagi saya masih terasa kurang maksimal. Walau Pendekar Tongkat Emas mempunyai nilai ‘outstanding’ dari segi visual dan teknisnya, tapi dari segi storyline, pengembangan plotnya sendiri masih terbilang lemah dan kurang ‘greget’ untuk standar film action yang biasa saya tonton dan saya nikmati. Jajaran cast-nya yang bejibun itu tidak bisa menyelamatkan saya dari kebosanan ketika film memasuki paruh kedua, paruh tengah-tengah dimana sang Dara masih dalam pelarian dari kejaran Biru dan Gerhana. Continuity alurnya pun perlu dipertanyakan kembali, karena bagi saya pribadi, pace dari Pendekar Tongkat Emas kurang enak, ada satu titik dimana plotnya terasa ‘draggy’ sekali jadi seperti dipanjang-panjangkan di tengah yang mungkin bertujuan untuk mengeksplor konflik lebih dalam lagi tapi hal tersebut nyatanya malah jadi bumerang yang menambah kegelisahan saya ketika menonton film yang syutingnya di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur itu.

Pendekar Tongkat EmasSusah untuk bisa menyukai sepenuhnya film Pendekar Tongkat Emas, karena storyline dalam film action biasanya memang jadi titik terlemah tapi biasanya hal tersebut tidak terlalu jadi masalah karena sudah tertutup oleh porsi actionnya yang oke. Masalahnya Pendekar Tongkat Emas pun bukan film yang full action ala The Raid, masih ada sedikit drama yang sayangnya jadi terasa terlalu mendominasi dunia persilatan yang seperti lorong gua yang panjang itu. Tapi mungkin yang paling menjadi ganjalan besar ketika saya menonton film ini adalah final battle yang kurang greget sama sekali, jurus tongkat emas melingkar bumi yang saya nantikan dari menit-menit awal film ini dimulai sama sekali tidak sesuai bayangan saya dan sangat anti klimaks dari segi aksinya. Padahal saya sudah suka dengan action koreografinya yang luar biasa mulus dan sudah beda level dengan film-film silat standar yang biasa diputar di channel televisi swasta pada umumnya. Tapi entah kenapa ketika final battle, pertarungan tag team Dara dan Elang lawan Biru dan Gerhana layaknya seperti pertarungan Elang melawan antek-antek amatir, hanya diperpanjang saja durasinya dan diakhiri dengan jurus tongkat emas melingkar bumi yang entah kenapa terlihat kurang spektakuler di mata saya.

Pendekar Tongkat EmasWell, mungkin Ifa Ifansyah perlu belajar banyak kalau memang ingin membuat film action seperti ini lagi karena dalam film action selalu ada final battle yang menjadi klimaks film dan saya tidak mendapatkan hal tersebut ketika menonton film Pendekar Tongkat Emas. Pun begitu, diluar flaw dan segala kekurangannya, Pendekar Tongkat Emas tetap tampil solid sebagai sebuah film silat yang hadir di tahun 2014. Penggarapannya memang tidak main-main, hanya saja bujet 20 miliar itu serasa kurang maksimal ketika saya menontonnya, tidak sesuai ekspektasi dan mungkin betul kata Mad Dog di film The Raid, kurang greget! Bagi anda yang penasaran, setidaknya Pendekar Tongkat Emas berhasil membangkitkan memori kejayaan film-film silat Indonesia jaman dulu sekaligus memperkaya genre film Indonesia yang rilis di tahun ini. Selalu ada nilai positif dari setiap film Indonesia yang berani tampil beda. Intinya, Pendekar Tongkat Emas masih menjadi salah satu film terbaik Indonesia tahun ini kalau mau dibandingkan dengan film adaptasi novel yang hingar bingar kemarin, hanya saja masih ada yang bikin saya kurang greget menontonnya. Semoga di tahun depan, hal ini menjadi pelajaran untuk membuat film dengan genre serupa tapi dengan kualitas yang lebih baik lagi. Enjoy!

Rating: 3/5

One thought on “Pendekar Tongkat Emas (2014/Indonesia)

  1. Pingback: My Favorite Indonesian Movies (And Not So Favorite) of 2014 | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s