Project Almanac (2014/US)


Project AlmanacZerosumo.net – Oke, saya tidak akan bohong, sebagai film hiburan, Project Almanac asli menghibur saya. Tapi kalau anda adalah tipe orang yang suka mencari-cari kesalahan dari suatu film, niscaya anda akan menemukan segudang keanehan dan ketidakjelasan plot time travel versi Project Almanac. Membuat film time travel memang sulit, dan kadang bisa menyisakan banyak pertanyaan, contoh paling sederhana adalah film time travel yang cukup memukau saya di akhir tahun kemarin, Predestination, low bujet tapi brilian dalam storytelling-nya. Sedangkan Project Almanac adalah film time travel yang cukup berhasil meng-copy paste konsep film Chronicle milik Josh Trank tapi dengan gaya yang lebih ‘Bay-isme’. Ya, jangan aneh, karena film yang digarap oleh Dean Israelite ini memang diproduseri salah satunya oleh Michael Bay, the king of blockbuster movie.

Cerita film Project Almanac memang sesederhana cerita film Chronicle, yaitu ketika lima pelajar SMA (tiga diantaranya super geek) yang terdiri dari David (Jonny Weston), Jessie (Sofia Black-D’Elia), Quinn (Sam Lerner), Adam (Allen Evangelista) dan Christina (Virginia Gardner) menemukan blueprint mesin waktu yang berusaha diciptakan oleh ayah David sepuluh tahun yang lalu. Setelah David dkk bekerja keras, akhirnya mereka benar-benar bisa membuat mesin waktu itu berfungsi, tapi karena masih percobaan, David dkk tidak bisa kembali terlalu jauh, maksimal kembali ke beberapa bulan yang lalu. Maka seperti tagline film Chronicle, boys will be boys, David dkk mulai menjelajah waktu hanya untuk bersenang-senang seperti memperbaiki nilai ujian, melawan balik para bully di sekolah sampai merebut hati Jessie yang memang sudah dikeceng David dari dulu. Sayangnya mereka tidak memikirkan istilah ‘butterly effect’ yang terkenal itu, setiap merubah sesuatu di masa lalu pasti ada hal yang berubah drastis di masa depan.

Project AlmanacLayaknya Chronicle, Project Almanac memang bergaya seperti film found footage, hanya saja terlalu rapih kalau mau dibilang ingin bergaya found footage, hal ini mungkin salah satu dari sekian hal yang mengganjal ketika saya menonton film yang memang mempunyai kualitas teknis yang bagus itu. Chronicle membuat genre found footage menjadi agak masuk akal karena karakter di dalamnya punya kekuatan telekinetik dan mereka bisa seenaknya merubah angle kamera, tapi Project Almanac berusaha keras untuk ‘menjaga’ kestabilan kamera dengan merekam hampir seluruh momen penting sehingga unsur found footagenya kurang greget. Tapi sekali lagi saya katakan, secara keseluruhan, apa yang berusaha disajikan film berdurasi 90 menitan ini tetap menghibur, walau tanpa nama-nama beken di dalamnya, semangat jail, sotoy dan belagu mereka terasa natural apalagi ketika mereka sadar telah menemukan suatu alat yang sangat berharga.

Project AlmanacTapi sayang, kalau bicara plot cerita, untuk ukuran time travel movie yang selalu hati-hati dalam menceritakan timeline di dalam filmnya, Project Almanac mempunyai cukup banyak plot hole yang luar biasa terlalu kentara di mata seorang awam sekalipun. Contoh paling epik mungkin ketika David kembali menjelajah waktu sendirian ke Lollapalooza demi mencium Jessie, padahal sebelumnya mereka sendiri yang menjelaskan kalau kembali ke masa lalu, mereka harus mengalihkan diri mereka sendiri yang ada di waktu itu, tapi David sudah kembali dua kali ke Lollapalooza, lalu dimana ‘David’ yang malu mencium Jessie? Kalau anda menyadari hal tersebut maka anda akan menyadari plot hole lainnya yang luar biasa terlalu kentara untuk ukuran time travel movie yang seharusnya bisa meminimalisir masalah-masalah paradoks sepele seperti itu. Membuat film time travel memang susah, tapi setidaknya be gently when you make it, Predestination masih jadi contoh paling dekat, walau di akhir juga anda akan bertanya-tanya telur apa ayam duluan, kan? Ha-ha.

Beruntung film yang mempunyai judul awal Welcome to Yesterday ini terbantu dengan tonenya yang ceria dan asyik serta referensi pop kultur modern yang sangat anak muda sekali. Intinya, ketika menonton Project Almanac saya memang terhibur walau ditengah-tengah saya sudah mulai menyadari plot hole yang mengganjalnya itu, tapi yang lebih mengganjal sebenarnya film ini mengingatkan kalau saya sudah tua, karena menurut Project Almanac, sepuluh tahun yang lalu itu adalah tahun 2004, bukan tahun 1994, dan saya langsung menyadari betapa jadulnya diri saya, ha-ha. At least this found footage time travel movie is fun. Just enjoy it.

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s