Jupiter Ascending (2015/US)


Jupiter AscendingZerosumo.net – Mari kita mulai bicara soal Jupiter Ascending, film space adventure action terbaru arahan The Wachowskis yang cukup lama saya nantikan juga karena film ini selalu diundur perilisannya. Sayangnya, banyak sekali komentar negatif menyangkut film yang dibintangi oleh Channing Tatum dan Mila Kunis itu, membuat iman saya goyah apakah Jupiter Ascending seburuk itu? Asal anda tahu saja, bukan karena saya penggemar film-film karya The Wachowskis seperti The Matrix ataupun Cloud Atlas, tapi Jupiter Ascending tidak seburuk kata orang-orang kok, mungkin memang bukan yang terbaik dari The Wachowskis tapi film berdurasi dua jam itu tetaplah film yang dapat dinikmati diluar segala keklisean dan kedangkalan plotnya.

Harus diakui Jupiter Ascending memang lemah di penceritaan, saya juga sebenarnya kurang sreg dengan penampilan Channing Tatum dan Mila Kunis yang didaulat sebagai karakter utama di Jupiter Ascending. Entah kenapa sepertinya The Wachowskis kurang kuat menulis karakter mereka, padahal karakter utama dalam film space adventure yang epik adalah kunci pertama agar penonton bisa menyukai filmnya secara keseluruhan sebelum sadar kalau cerita filmnya sebenarnya standar saja. Sebagai contoh adalah Guardians of the Galaxy, lihat bagaimana film garapan James Gunn itu bisa sangat menghibur, karena tidak lain dan tidak bukan, karakter yang ada di dalamnya sangat lovable dan sangat relate ke penonton, dari mulai Star-Lord, Rocket Raccoon, Drax, Groot etc etc bahkan Yondu sekalipun, semua karakter yang ada di Guardians of the Galaxy sangat memorable, padahal kalau bicara cerita secara keseluruhan, saya berani taruhan Jupiter Ascending maupun space opera ala Marvel itu sama-sama mempunyai cerita yang standar.

Jupiter AscendingMengganjal memang, tapi bagaimana lagi, nampaknya proyek Jupiter Ascending merupakan proyek yang terlalu ambisius dari The Wachowskis. Padahal banyak sekali kelebihan yang ada di film ini kalau dibandingkan dengan film-film serupa yang rilis beberapa tahun belakangan. Sebut saja production valuenya yang luar biasa ciamik, dunia yang diciptakan The Wachowskis benar-benar sangat memanjakan mata saya apalagi mitosnya tentang alam semesta, terciptanya bumi, eksistensi alien, crop circle, homage ke film-film sci-fi epik, mecha suit, Men in Black! Shootout sequence in the air, dan masih banyak lagi keistimewaan yang ditampilkan oleh The Wachowskis yang memang tidak usah dipertanyakan lagi skillnya dalam membuat film yang penuh dengan spesial efek cantik. Tapi sayang kekuatan cerita di Jupiter Ascending makin terlihat lemah karena karakter utamanya pun tidak bisa membawa film ini ke arah yang makin menarik apalagi Mila Kunis yang mungkin mis-cast dan bagi saya Sean Bean lebih worth it jadi karakter utama dibanding Channing Tatum yang pasti shirtless tersebut.

Jupiter AscendingSelain ceritanya yang kurang kuat, humor yang berusaha disajikan juga terkesan ‘hit and miss’ dan agak maksa, apalagi ketika dialog-dialog yang mungkin bertujuan untuk membuat orang ketawa tapi jadi tidak lucu gara-gara saya tidak sreg saja melihat Mila Kunis dan Channing Tatum, mereka seperti bermain apa adanya, masih kalah total dengan Eddie Redmayne yang menjadi villain di Jupiter Ascending, aksinya sebagai Balem cukup memikat walau memang karakternya tidak banyak berkembang selama film ini berjalan. Satu-satunya humor yang ‘ngena’ adalah ketika scene birokrasi dimana Jupiter ingin mengklaim gelarnya sebagai pewaris tahta Abrasax, sekali lagi, scene tersebut seperti homage ke film-film sci-fi yang komikal, contohnya The Hitchiker’s Guide to the Galaxy, cukup membuat saya tersenyum dan mengingatkan kembali mungkin masalah sebenarnya The Wachowskis adalah mereka mempunyai terlalu banyak material bagus untuk dijadikan sebuah film tapi durasi dua jam nampaknya tidak cukup untuk membuat skrip mereka—yang konon awalnya 600 halaman itu—divisualisasikan.

Jupiter AscendingWell, Jupiter Ascending was not that bad, film ini tipikal film yang harus ditonton di bioskop, bahkan katanya versi 4DX-nya saja lebih menggelegar. Diluar lemahnya penulisan karakter dan cerita secara keseluruhan, saya tetap takjub dan tetap bisa menikmati film ini sampai habis walau memang kurang greget dan mungkin tidak memorable seperti film-film The Wachowskis sebelumnya. Akhir kata, terserah anda mau menonton film ini atau tidak, tapi selagi Jupiter Ascending bercokol di bioskop tidak ada salahnya juga kok mencoba menonton film yang satu ini, apalagi kalau anda memang penggemar film-film The Wachoskis sedari dulu, Jupiter Ascending is still wort a shot. Enjoy!

Rating: 3/5

NB: Sedikit trivia tentang Jupiter Ascending.

2 thoughts on “Jupiter Ascending (2015/US)

  1. Pingback: Foxcatcher (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s